Indonesiaberita.com, JAKARTA – Safe Flight. Take Care,” tak disangka ini adalah ucapan terakhir sekaligus ucapan perpisahan petugas Air Traffic Control (ATC) bandara Mutiara Sis Al Jufri, Antonius Gunawan Agung kepada pilot pesawat Batik Air ID 6231, Ricosetta Mafella saat gempa mengguncang Palu, Jumat 28 September 2018 kemarin.

Ketika gempa terjadi, pria yang akrab disapa Agung oleh rekan-rekan kerjanya, diketahui sedang bertugas memandu penerbangan terakhir pesawat Batik Air ID 6231 rute Palu-Makassar.

Agung pantas disebut sebagai pahlawan karena sukses memandu pesawat take-off saat gempa mengguncang Palu, walaupun ia harus mengorbankan nyawa.

Usai sukses memandu pesawat penerbangan terakhir take-off, Agung bergegas menyelamatkan diri dari guncangan gempa yang makin kuat dengan cara melompat dari lantai 4 menara ATC, posisi dimana ia sedang bertugas dan terjatuh di atap Briefing Office.

Akibatnya Agung mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh dan luka bagian dalam yang cukup serius sehingga membuat ia tak sadarkan diri.

Agung sempat mendapatkan pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit di Kota Palu, Namun Karena ada luka dalam Agung harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar yang berada di Balikpapan.

AirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan, namun karena kondisi bandara helikopter baru dapat diterbangkan pagi ini. sebelum helikopter tiba, Agung harus kehilangan nyawanya.

“Kondisi Agung sudah koma saat dibawa menuju helikopter,” terang Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, kepada pewarta Indonesia Berita saat diwawancarai melalui telepon, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Yohanes, Agung dilantik menjadi petugas ATC pada 4 Desember 2017. Meski demikian, Agung sosok yang selalu dinanti oleh rekan-rekan kerjanya karena sifatnya yang periang dan enerjik.

Yohanes menambahkan pasca kejadian ini, AirNav mengaku kehilangan sosok pemuda kelahiran Abepura, 24 Oktober 1996 itu dan meminta kepada para petugas ATC di seluruh Indonesia untuk mendedikasikan dirinya seperti Agung.

“Turut berdukacita atas apa yang menimpa Antonius Gunawan Agung, Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini,” tutupnya.

Sementara itu pilot Batik Air ID 6231 rute Palu-Makassar, Ricosetta Mafella, melalui akun pribadi media sosialnya mengungkapkan terima kasih dan merasa terhormat atas apa yang sudah dilakukan Antonius Gunawan Agung.

Batik 6231 runway 33 clear for take-off. Ini adalah transmisi terakhirnya kepada saya kemudian kami menjawabnya. Terima kasih telah menjaga saya dan melindungi saya hingga saya aman mengudara. Lalu dia melompat keluar dari menara hingga mematahkan kaki dan lengannya. Sayap kehormatan  untuk Antonius Gunawan Agung telah menjadi malaikat pelindungku di Palu. Beristirahatlah dengan tenang pria bersayapku. Tuhan menyertaimu,” ungkap Ricosetta Mafella melalui akun pribadi media sosialnya.

Caption Pilot Ricosetta Mafella

Penulis : Fitra

Editor : RA