Foto : ilustrasi/okezone.com

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Seperti dilansir dari media cetak Koran Sindo Sabtu 29/9. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik Lucas selaku Advokat dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Saut Situmorang menyatakan pihaknya masih terus mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan beberapa perkara Lippo Grup di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tersangka pemberi suap Eddy Sindoro sejak diumumkan pada Desember 2016. Eddy Sindoro merupakan Chairman PT Paramaount Enterprise Internasional sekaligus mantan petinggi sejumlah anak perusahaan Lippo Grup.

Saut mengungkapkan, pihaknya sudah mencegah Lucas bersama saksi lainnya keluar negeri untuk enam bulan kedepan sejak Selasa (18/9). Menurutnya dalam putusan perkara dua terpidana sebelumnya dalam kasus sama, bahwa ada dugaan peran Lucas atau dugaan keterlibatan Lucas.

“Jika ditemukan bukti cukup dugaan keerlibatan dan peran Lucas maka bisa saja Lucas menjadi tersangka” ujarnya.

Sambung Saut, ia mengungkapkan khusus untuk tersangka Eddy memang yang bersangkutan masih buron ke luar negeri sejak April 2016. Saut menggariskan, sampai saat ini KPK berkomitmen dan serius melakukan pencarian.

Eddy disangkakan bersama pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno (divonis 4 tahun penjara) memberikan suap kepada Eddy Nasution selaku Panitera/Sekretaris PN Jakpus (divonis 8 tahun penjara).

Sementara itu Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, memproleh informasi yang valid dugaan pihak-pihak tertentu yang diduga mengetahui keberadaan tersangka Eddy di luar negeri serta pihak-pihak yang memiliki peran untuk membantu Eddy melarikan diri ke luar negeri.

Sumber : Koran Sindo