Modern technology gives us many things.

Danlanal Melonguane Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran & Motivasi Usaha Warga Miangas

Indonesiaberita.com, TALAUD – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba melangsungkan tatap muka dengan masyarakat di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud dalam rangka mensosialisasikan keselamatan pelayaran, serta aturan-aturan kelautan termasuk izin dan regulasi yang mengatur tentang usaha perikanan dan lain sebagainya.

Kepada para pelaku usaha perikanan dan masyarakat juga diberikan wejangan dan motivasi untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi yang bersumber dari laut, mengingat 95 persen penduduk di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Filipina ini mata pencahariannya bergantung dari laut.

“Keselamatan pelayaran harus diperhatikan, jangan memaksakan diri melaut saat cuaca ekstrim. Silahkan memasang rumpon asalkan tidak mengganggu pelayaran, baik domestik maupun internasional. Tetapi, dalam pemasangan rumpon dan ponton tentunya juga kita harus mengikuti aturan yang berlaku,” kata Danlanal saat melakukan audiensi dengan warga Miangas di BPU Desa Miangas, Kamis (4/10/2018) pagi.

Ia juga berharap, ada sarana prasarana penunjang seperti kapal penangkap ikan ada di Miangas, begitupun fasilitas lainnya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Miangas.

Kepala Desa Miangas Piter Lupa pada kesempatan tersebut mengungkapkan, sumber daya dan hasil tangkap perikanan laut melimpah. Hanya saja permasalahan yang dihadapi adalah ketiadaan pelabuhan nelayan, termasuk tambatan perahu. Permasalahan lainnya adalah prospek pemasaran ikan hasil tangkapan yang tergolong lesu, ditambah ketiadaan cool storage untuk pengawetan ikan.

Sidebar banner ads

“Pemerintah desa dan pelaku usaha perikanan sejak enam tahun lalu telah mengajukan permohonan pembangunan pelabuhan nelayan, tetapi tak ada hasil. Pemerintah hanya mengambil data, tetapi realisasinya tidak ada. Karena tidak ada tambatan perahu. Perahu nelayan diangkut ke darat. Kami berharap adanya perhatian dari stakeholder terkait,” harap Kades Miangas.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Alfred Wasida menyampaikan, salah satu solusi adalah membuat koperasi nelayan yang menjadi wadah bagi pelaku usaha perikanan untuk mendapatkan modal usaha dan bagaimana mengolah hingga memasarkan hasil tangkapan.

“Apa yang disampaikan bapak-ibu akan saya rangkum dan disampaikan kepada pimpinan daerah. Untuk bantuan, pemerintah akan memberikan perhatian penuh, syarat utamanya lewat koperasi, nah di Miangas harus ada koperasi. Syarat koperasi kurang lebih harus memiliki anggota 20 orang. Tidak ada biaya dalam pembentukan koperasi,” tandas Wasida.

Apa yang telah disampaikan Danlanal Melonguane, Kaban Kesbangpol dan Instansi lintas sektoral lainnya mendapat respon dan apresiasi dari pemerintah desa, pelaku usaha perikanan dan sedikitnya 32 nelayan yang mulai paham dengan aturan-aturan, serta mendapatkan stimulus untuk berupaya meningkatkan pendapatan ekonomi lewat usaha di bidang perikanan dan kelautan.

Tatap muka tersebut turut dihadiri Dandenpom Lanal Melonguane Kapten Laut (PM) Joni Dem’madika, S.Th, Danposal Talaud Lettu Laut (S) Junaidi Abdillah, Pjs Pasop Lanal Melonguane Lettu Laut (P) Nanan Setyo Budi, Danunit Intel Lanal Melonguane Lettu Laut (T) Surya Kusuma, Kapolsek Miangas IPTU Hibor Tandea, Kepala Unit Pelabuhan Miangas Alfeds, Camat Miangas Jefri Bawuno, anggota Lanal Melonguane, Perangkat kecamatan dan desa setempat.

Editor: MAS

Komentar
Loading...