Indonesiaberita.com, PELALAWAN – Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Penggantian Antar Waktu (PAW) pada Selasa lalu (02/10) meninggalkan Polemik dari salah seorang kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bernama Samsudin.

Sebanyak tiga orang dari beberapa parpol yang dilantik yang salah satunya anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Dapil dua (2) atas nama Samsudin yang menggantikan anggota DPRD sebelumnya, pada saat ini pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Nurul Hadi Alias Adibono.

Ketiga orang anggota dewan yang diambil sumpahnya yakni Andri Fransiscus Pane dari Hanura, Jumarih dari Gerindra, dan Symasudin dari PPP.

Rapat paripurna istimewa peresmian dan pengucapan sumpah serta janji PAW diikuti oleh keluarga masing-masing.

“Kita ketahui bersama ada tiga anggota DPRD Pelalawan yang mengundurkan diri. Sesuai aturan harus dilakukan mekanisme PAW yang hari ini kita laksanakan,” kata Ketua Nasarudin dalam membuka paripurna istimewa

Namun pelantikan DPRD dari PPP ini atas nama Samsudin menyisakan Polemik ketidakpuasan dan dinilai melakukan Pelanggaran secara normatif dan prosedural, sebab yang seharusnya dilantik adalah saudara Zainal Abidin peraih suara terbanyak ke-2 setelah Nurul Hadi alias Adi Bono yaitu sebesar 608 suara pada Pemilu tahun 2014 silam.

Selanjutnya kepada pewarta Indonesia Berita, Zainal Abidin mengatakan bahwa pelantikan Samsudin sebagai anggota PAW DPRD kabupaten Pelalawan tersebut sangat mencoreng rasa keadilan.

“Secara aturan, seharusnya saya yang dilantik sebagai anggota DPRD PAW dari PPP yang telah menyumbangkan suara terbanyak kedua didapil 2 pada tahun 2014 silam yaitu 608 suara, sementara Samsudin hanya menyumbng suara sebanyak 171 suara, dibawah saudara Amru sebanyak 392 yang memang telah mengundurkan diri, terlihat jelas suara saya 2 kali lipat diatas suara Samsudin yang dilantik,” ungkap Zainal.

Menurutnya ini merupakan sebagai bentuk kezhaliman dan kelicikan dari pengurus Partai Persatuan Pembangunan(PPP), baik dari pengurus Provinsi Riau maupun Pengurus Kabupaten Pelalawan.

Selanjunya Zainal mengungkapkan, Pelantikan Samsudin adalah salah satu bentuk tindakan yang sangat tidak adil tidak fair, serta sangat tidak mendidik. Sebab menurut pandangan saudara Zainal dilantikya saudara Samsudin telah merampas apa yang seharusnya menjadi hak dirinya dan melukai hati masyarakat pendukungnya didapil 2.

“Saya tahu jelas, pengurus DPW PPP Provinsi dan Kabupaten itu orang berpendidikan dan rajin beribadah tapi tindakannya sangat suka sembrono dan asal-asalan bagaimana bisa mereka mengajukan saudara Samsudin yang hanya memiliki suara 171 suara sangat jauh dibawah saya yang 608 suara, ini fakta dan data lengkap masih saya simpan hasil salinan suara PPP dapil 2, 2014 silam”. katanya Jumat kemarin (05/10).

Sedangkan Ketua Pengurus Pimpinan Cabang (DPC-PPP) kabupaten Pelalawan, H. Junaidi Purba masih belum bersedia memberikan keterangan.

“Sekarang belum bisa, besok hari Senin saja ya dikantor,” katanya singkat melalui WhatsApp pribadinya.

Zainal menyesalkan tidak adanya komunikasi terlebih dulu terhadap pemecatan dirinya dan pengalihan PAW tersebut.

“Cara yang mereka lakukan sangat tidak mencerminkan sikap pemimpin mas, tanpa konfirmasi mereka memecat saya setelah saya ke KPU Kabupaten Pelalawan saya lihat surat pemecatan saya dikeluarkan oleh Pengurus DPW PPP Provinsi Riau pada Tanggal, 26-07-2018, satu bulan yang lalu mas tanpa ada konfirmasi dulu ke saya, apa itu bukan suatu tindakan yang kurang ajar mas?” ungkap zainal dengan nada marah.

Untuk itu ia meminta kepada KPU Kabupaten Pelalawan dan Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Nazarudin untuk mendudukkannya semeja dengan pihak-pihak terkait Pengurus PPP Provinsi dan Kabupaten atas Pelaksanaan pelantikan PAW Saudara Samsudin.

“Selain itu saya mengingatkan kepada kawan-kawan Caleg dari PPP periode 2019-2024 Kabupaten Pelalawan yang sedang memasuki tahap kampanye, hati-hati jangan sampai kalian diperlakukan tidak adil seperti saya, jangan sampai kalian hanya jadi pengepul suara saja. Sebab apa yang telah dilakukan Partai PPP pada saya merupakan Preseden Buruk dalam kepemimpinan sebuah organisasi kepartaian, licik dan sangat tidak mendidik.” beber Zainal dengan nada kecewa dan marah dihadapan awak media.

Editor : MAS