Menjadi Referensi Mendunia

PTPN III Raih Potensi Jual Kelapa Sawit ke Mesir Rp 375M Per Bulan

Indonesiaberita.com, KAIRO – Usai melakukan serangkaian pertemuan bisnis di Mesir selama empat hari, Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) III berhasil menjaring sejumlah potensi kontrak perdagangan sekitar Rp375 miliar per bulan.

Direktur Utama Holding PTPN III, Dolly Parlagutan Pulungan menjelaskan nilai potensi transaksi tersebut didapat dari hasil penjajakan penjualan komoditas kelapa sawit. Salah satunya diperoleh dari importir kelapa sawit Mesir United Oil yang secara langsung memesan 50 ribu metrik ton setiap bulan. Terkait finalisasi kontrak akan dibahas pada akhir bulan Oktober ini Jakarta

“Perwakilan dari United Oil akan datang ke Jakarta untuk finalisasi sekalian membahas teknis pengiriman,” ujar Dolly di Kairo, (10/10/2018).

Selain United Oil, delegasi PTPN III juga menjajaki beberapa perusahaan di antaranya, importir kelapa sawit Arma Group, importir bioetanol dan perusahaan obat Pharco Pharmautical, perusahaan ban Alexandria tyre dan importir kopi robusta Al Gharas.

Dolly juga menyampaian, pihaknya mematok harga kelapa sawit berfluktuasi mengikuti pasar, kira-kira saat ini US$ 500 per metrik ton. Dengan demikian, nilai total potensi perdagangan kelapa sawit dapat mencapai sekitar US$ 25 juta perbulan (sekitar RP 375 miliar).

”Kami senang permintaan dari Pasar Mesir cukup tinggi, tapi sementara ini kami hanya dapat mengalokasikan 50 ribu metrik ton saja per bulan karena ada permintaan lain di Saudi Arabia,” jelas Dolly.

Dirinya menambahkan, volume pengiriman kelapa sawit milik Holding PTPN III ke Negeri 1000 Menara ini akan meningkat pada awal tahun 2019. Per Januari 2019, importer kelapa sawit lainnya, Arma Group, juga memesan 15 ribu metrik ton. Dengan demikian, total penjualan kelapa sawit ke Mesir pada tahun 2019 dapat mencapai 65 ribu metrik ton senilai sekitar US$ 32,5 juta (sekitar RP 487,5 miliar). Angka ini belum ditambah dengan rencana penjualan 15 ribu metrik ton minyak goreng ke Mesir senilai kurang lebih US$ 9 juta (sekitar Rp 135 miliar).

“Dari muhibah kerja ke Mesir, nilai perdagangan kelapa sawit dan minyak goreng ke Mesir sudah mencapai Rp 600 miliar. Dan itu belum ditambah dengan rencana ekspor kopi, bioethanol, karet dan teh,” kata Dolly.

Pihaknya optimistis rencana ekspansi penjualan komoditas ke Pasar Afrika dapat berjalan baik. Apalagi, Mesir dapat dijadikan hub untuk memasarkan produk ke Afrika.

“Kami berterima kasih dengan fasilitasi KBRI Cairo, terutama dukungan penuh Dubes Helmy yang telah membantu meyakinkan pengusaha Mesir berbisnis langsung dengan Holding PTPN III,” tandas Dolly.

Sebelumnya Dubes Helmy Fauzi menyambut gembira capaian yang diraih delegasi Holding PTPN III usai bertemu dengan sejumlah pebisnis Mesir. Sebab, menurutnya, penetrasi pasar yang dilakukan BUMN ke Mesir dan Afrika masih terbilang minim.

“Melihat potensi Mesir dari dekat, kami yakin volume ekspor komoditas yang dimiliki BUMN seperti Holding PTPN III ke Afrika akan meningkat tajam,” urainya di sela gelaran Indonesian-Egypt Business Forum pada Rabu (9/10/2018) malam lalu.

Dubes Helmy menjelaskan KBRI Cairo sudah banyak memfasilitasi pertemuan bisnis antara Indonesia dan Mesir. Terlebih, Presiden Joko Widodo memerintahkan semua duta besar untuk meningkatkan volume perdagangan ke luar negeri.

“Kami berharap peran dan kontribusi BUMN lebih aktif dalam melakukan ekspansi bisnis ke pasar Afrika. Dan KBRI Cairo sangat siap untuk memfasilitasi pertemuan dengan partner bisnis potensial,” ujar Dubes Helmy.

Editor: YE

Komentar
Loading...