Indonesiaberita.com, JAKARTA – Sekitar sepuluh orang berbadan tegap, dan diduga ada dua orang oknum anggota TNI yang berpakaian dinas lengkap datang ke Rumah Juang Jokowi (RJJ) di Jl Danau Toba Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis kemarin (11/10). Dengan maksud mengambil paksa kendaraan roda empat debitur yang tertunggak kreditnya. Dalam keterangan saksi yang sedang berada di RJJ Essy Suryanti mengatakan, bahwa 10 orang tersebut mengambil secara paksa mobil debitur, sementara pemilik kendaraan sedang tidak berada ditempat.

“Mereka ngaku dari pihak leasing ACC ke saya, tapi setelah saya mintai surat tugasnya gak bisa tunjukin, gitu juga dengan kedua oknum anggota TNI yang ngakunya dari Kodim Jakarta Timur.” ujar Essy di Jakarta, Jumat (12/10).

Essy juga telah menyampaikan kepada kedua oknum TNI itu, bahwa apa yang dilakukan mereka adalah perbuatan yang salah, sebab menurut Essy seharusnya ini adalah tugas Polisi bukan TNI, bahkan salah satu oknum itu ngomong kepadanya, “klo gak percaya telepon aja komandan saya, dan dia juga ngomong klo ini menjadi tugasnya meskipun berada di Papua.” jelas Essy menirukan oknum TNI

Lanjut Essy, ia juga telah menyampaikan kepada tamu tak diundang itu, agar kembali lagi setelah pemilik mobil pulang. Namun mereka masih bersikeras akan mengambil kendaraan tersebut, bahkan mereka membawa tukang kunci untuk membuka mobil dengan paksa.

“Sampe-sampe mereka panggil tukang kunci untuk buka pintu mobil, kerena dibuka paksa mobil bunyi alarmnya.” ucap dia

Mobil dibuka Paksa oleh Pihak yang mengaku dari Leasing ACC. Foto : Ist/ Indonesia Berita

Sambung Essy, karena ia takut adanya kekerasan fisik yagg dilakukan oleh pihak dept collector akhirnya ia mengalah dan akhirnya mereka membawa mobil rekannya.

“Saya gak berdaya dan takut, akhirnya saya mengalah, gak mungkin saya halangi soalnya orangnya besar-besar, apalagi bawa oknum TNI yang pake baju dinas, kan saya merasa terintimidasi, apalagi saya dibentak bentak oleh mereka.” terangnya

Essy menambahkan, “mereka juga mau naik kelantai dua dengan maksud mencari pemilik mobil, mungkin mereka gak percaya kesaya, padahal saya sudah bilang klo pemilik gak ada ditempat. Tapi niat mereka saya halangi.” kata Essy memberanikan dirinya

Menutup keterangannya Essy juga tidak mau menandatangani Surat yang diserahkan pihak yang mengaku dari leasing ACC, bahkan kata Essy, mereka mengatakan klo mau ambil mobil, “ambil aja ke ACC di Kwitang.” kata Essy menirukan lagi salah satu dept collector yang tidak dapat menujukkan surat tugasnya.

Foto : Satu Lembar Kertas Berita Acara Penyerahan Kendaraan yang ditinggalkan oleh Dept Collector.

Ditempat yang sama saat ditemui pewarta Indonesia Berita, Debitur yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, bahwa ia sedang tidak berada ditempat saat kejadian. “Kebetulan saya lagi ada agenda diluar saat mereka kesini dan pada akhirnya mereka mengambil mobil saya secara paksa.” kata pemilik

Tambah dia heran, “kok mereka berani ambil paksa kendaraan saya, padahal menurut peraturan yang berlaku seharusnya mereka menunjukkan keputusan pengadilan dan surat perjanjian fidusia, sementara mereka kata bu Essy hanya ngasih selembar kertas Berita Acara Penyerahan Kendaraan yang gak jelas. Kebetulan surat itu sudah ada disaya, apalagi nama petugasnya gak ada, ditambah lagi gak ada stempelnya.” ujar pria ini.

Maka berdasarkan kejadian tersebut debitur dan saksi melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib. Namun setelah sampai di Polres menurut salah satu pihak Kepolisian Resort Jakarta Pusat yang sedang berpiket, untuk terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak pembiayaan ACC dan memastikan kendaraan benar-benar ada ditempat, serta kebenarannya apakah benar petugas tersebut resmi dari ACC. Kemudian setelah itu datang lagi ke Polres Jakarta Pusat esok hari.

“Saya juga gak hanya melaporkan pencurian oleh orang yang tak dikenal itu, tapi akan saya laporkan juga yang ngaku anggota TNI dari Kodim Jakarta Timur ke Polisi Militer, kami sudah kantongi namanya, dan klo benar dia anggota TNI biar ada efek jeranya.” tambah dia

Sementara itu ditempat yang berbeda, pihak keamanan pembiayaan ACC di Kwitang yang bertugas malam menjelaskan kepada pewarta Indonesia Berita, bahwa kendaraan roda empat berwarna merah dengan Nomor Polisi BA 15** TK tidak ada disini, dan Surat Berita Acara Penyerahan Kendaraan biasanya dilengkapi dengan nama petugas disertai stempel resmi kata Security itu.

Sekedar informasi tambahan bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 130/PMK.010/2012 tentang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan nasabah yang menunggak kredit.

Sedangkan Peraturan Kapolri Nomor : 8 tahun 2011 tentang Pengaman Eksekusi Penjaminan Fidusia.

Editor : DR