Indonesiaberita.com, TALIABU – Dalam rangka mensukseskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Utara (Malut) tahun 2018.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu (Pultab) melakukan monitoring guna memantau kesiapan jelang penyelengaraan PSU di sejumlah Desa di Kecamatan Taliabu Barat (Talbar) yang masuk pada zona PSU yakni, Desa Kawalo, Desa Woyo, Desa Holbota dan Desa Meranti Jaya. Selasa, (16/10/2018)

Pada monitoring ini turut hadir, Aliong Mus (Bupati Pultab), Staf ahli dan Jajarannya, sejumlah pimpinan OPD, serta didampingi, Moh. Nuh Hasi (Ketua DPRD Putab), AKP. Said Aslam (Kapolsek Talbar), Mayor Inf Yusuf Kadmaer (Danramil 1509-03 Bobong)

Dalam sambutanya, Bupati Pultab, Aliong Mus menjelaskan, tujuan monitoring ialah memantau persiapan jelang menghadapi PSU yang diselengarakan besok.

Monitoring ini guna memantau persiapan untuk menghadapi PSU yang dilaksanakan pada besok nanti,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Aliong Mus berharap kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban guna memberikan contoh yang santun dalam berdemokrasi.

“Saya (Bupati – red) berharap kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta marilah memberikan contoh yang santun dalam berdemokrasi,” ajaknya.

Dirinya mengatakan, kepada masyarakat agar turut serta hadir untuk memberikan hak pilihnya sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan sukses.

” Datanglah di TPS dan tidak boleh golput, saya percaya kepada masyarkat sudah memiliki pilihan yang terbaik untuk membangun Taliabu dan Maluku Utara yang lebih baik kedepan,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, ketidakbenaran akan isu yang beredar terkait intimidasi yang dilakukan oleh beberapa oknum petugas atas ancaman jika tidak memilih sala satu kandindat

“Jika ada isu yang datang ke kampung, polisi atau tentara dengan berbagai ancaman itu tidaklah benar, namun jikalau ada oknum yang memihak pada sala satu kandindat maka masyarakat wajip, foto, rekam dan melaporkan kepada Bawaslu, ” tegasnya

Bupati mengajak agar masyarakat Desa mampu menjaga lingkungan masing-masing dari pihak-pihak yang mencoba melakukan money politic.

” Marilah kita membantu kinerja KPU dan Bawaslu untuk menjaga wilayah kita dari potensi money politic, menciptakan PSU yang damai dan demokratis , serta tunjukan kalian mampu memberikan contoh demokrasi yang terbaik di indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya pada tangal 15 Oktober dilakukan monitoring di Desa Limbo, Desa Lohoq Buba dan Desa Pancoran.

Editor : YES