Menjadi Referensi Mendunia

Bawaslu Usut Kasus Dugaan Money Politik

Indonesiaberita.com, TALIABU – Upaya Tim satuan Komisioner Bawaslu dalam mengusut laporan kasus dugaan pelangaran pemilu berupa money politic, pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil (Pilgub) tahun 2018. nampaknya, usaha itu tidak semudah membalikan tangan.

Pasalnya, penghadangan hingga pengancaman harus diterima lembaga pengawasan pemilu atau Bawaslu, yang dilakukan oleh sala satu dari tim relawan pemenang pasangan calon Abdul Gani Kasuba – M. Al Yasin (AGK – Ya) tepatnya terjadi di Desa Keramat, Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara (Malut).

Kordinator Divisi (Kordiv) penyelesaian sengketa Bawaslu Malut, Ikbal Ali, kepada sejumlah awak media. Kamis (18/10/2018).

Ikbal Ali mengungkapkan, Bawaslu mendapatkan penghadangan hingga ancaman saat melakukan penelusuran guna menghimpun informasi dari sala satu orang dari tim relawan pemenang (AGK-YA) La Mau Ludu yang dalam hal ini sebagai pihak terlapor dalam kasus money politic.

“Dalam penelusuran kami terkait dugaan money politic, kami (Bawaslu,red) di hadang bahkan diancam oleh La Mau Udu alias Ako yang juga dalam kasus ini sebagai pihak terlapor,” Ungkapnya

Testimoni HUT IBcom

Sambung, Ikbal, Berdasarkan laporan dari pihak pelapor kejadian dugaan pelangaran tersebut atau money politic terjadi pada malam H-1 jelang pencoblosan yang dilakukan oleh Ako selaku tim relawan AGK-Ya.

“Sehingga pagi ini kami mencoba mengusut namun saat bertemu dengan pihak terlapor, yakni Ako, kami (Bawaslu,red) dihadang bahkan diancam,” tuturnya.

Sehingga, tambah Kordiv Sengketa itu, setelah mendapatkan perlakuan negatif dari pihak terlapor, namun untuk mengantisipasi masalah yang tidak di inginkan terjadi terjadi maka tim Bawaslu memutuskan untuk menghentikan sementara proses pengusutan kasus.

“Kami mendapatkan penghadangan bahkan penganasman, namun untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi konflik yang tidak diinginkan, maka di putuskan proses penelusuran sementara di tunda,” pungkas Ikbal.

Editor : MAS

80%
Awesome
  • Design
Komentar
Loading...