Indonesiaberita.com, TALAUD – Komando Distrik Militer 1312/Talaud bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang rencana Penanggulangan Bencana (Gulben) alam Gempa Bumi dan Tsunami di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Propinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (17/10/2018) lalu.

Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan saat Rakor menyampaikan, kalau musuh manusia mungkin kita masih bisa gampang mengetahui kapan dia mau menyerang. Tetapi kalau Gempa Bumi dan Tsunami datang itu, hanya Tuhan yang tau. Kita hanya bisa memprediksi berdasarkan indikasi fenomena alam yang terjadi.

“Bencana yang beberapa waktu terjadi di Palu, Donggala dan Sigi memang meluluhlantakan wilayah dan menimbulkan korban yang begitu besar. Ada 2.000 lebih jiwa yang menjadi korban. Belum lagi yang hilang, belum lagi yang ditemukan,”ucap Dandim

Belajar dari pengalaman itulah, Ia menyampaikan ke BPBD bahwa ada banyak persoalan yang bisa saja terjadi di semua wilayah termasuk di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dandimpun mengajak kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama membicarakan rencana kegiatan kedepan tentang bagaimana mengatasi atau menghadapi bilamana terjadi bencana alam di Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Bagaimana kedepan kita akan melaksanakan latihan secara bersama tentang bagaimana cara penanggulangan bencana alam
Berdasarkan pengalaman dibeberapa daerah seperti Aceh, Jogja, Padang, NTB dan Palu sehingga kita dapat membuat Konsep tentang pembuatan PROTAP Penanggulangan bencana alam,” ujarnya.

Lanjut katanya, mitigasi dapat dilaksanakan berdasarkan rencana yang matang sehingga apa yang sama-sama disusun akan menjadi suatu pedoman didalam pengambilan suatu keputusan.

“Kodim 1312/Talaud selalu siap memfasilitasi rencana kegiatan ini kedepan. Tujuan giat ini untuk membangun persepsi yang sama tentang upaya penanggulangan bencana di wilayah Talaud. Dengan adanya kesamaan persepsi maka koordinasi dan sinergitas dalam pelaksanaan tugas bisa berjalan efektif,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rekontruksi BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud mewakili Plt Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, menyambut baik apa yang diprakarsai oleh Kodim 1312/Talaud.

“Kami sangat berbangga dapat mengikuti kegiatan ini yakni rapat koordinasi bersama Kodim 1312/Talaud tentang Rencana bagaimana penanggulangan bencana alam.” ungkap Kabid Rekontruksi BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kabid Rekontruksi juga melaporkan bahwa lokasi daerah rawan bencana di Kabupaten Kepulauan Talaud yang pernah terjadi diantaranya, Desa Pangeran, tanah longsor dan banjir di desa Tarun. Kota Melonguane, desa Moronge dan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Talaud sejak dulu sering terjadi namun dalam skala kecil.

Melalui Rakor ini juga, Kepala Staf Kodim 1312/Talaud Mayor Inf Sigfried W. Panaha menerangkan bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah rawan bencana, sehingga menuntut semua pihak untuk selalu waspada.

“Perlu diperhatikan Manajemen krisis tentang studi kasus meliputi peringatan dini tidak optimal, Koordinasi dan sinkronisasi tidak maksimal, Penanganan Logistik tidak optimal, Pemerintahan yang lumpuh, Sarpras Gulben terbatas, dan logistik wilayah,”tutup Kasdim

Hadir juga dalam Rakor tersebut, Para Perwira Staf Kodim 1312/Talaud, Para Danramil jajaran Kodim 1312/Talaud dan Anggota Kodim 1312/Talaud.

Editor : MAS