Indonesiaberita.com, TALIABU – Jelang pleno rekapitulasi suara, ribuan masyarakat yang tergabung dalam Pemuda Perduli Demokrasi Republik Indonesia (Papeda) melakukan aksi unjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pulau Taliabu (Pultab) Maluku Utara (Malut).

Hal ini karena dinilai tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Utara (Malut) di Kecamatan Taliabu Barat (Talbar) tidak berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sebab, tindakan yang dilakukan oleh KPU Pultab selaku penyelengara telah melakukan penghilangan hak memilih masyarakat yang berada di Kecamatan Talbar

“Proses tahapan PSU Pilgub Malut di Kecamatan Talbar tidak berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku, hal ini dikarenakan tindakan KPU Pultab telah melakukan pengurangan daftar pemilih tetap (DPT), ” ujar Korlap, Ardin Saputra melalui selebaran yang dibagikan kepada indonesiaberita.comp. Jumat (19/10/2018)

Akibat dari ini, sambung Ardin, menandakan bahwa KPU Pultab selaku penyelengara dinilai tidak lagi mampu menjaga netralitas dan independensi sesuai amanat UU Negara Indonesia.

“Dengan realitas yang terjadi hari ini kita telah dipertontonkan pada sebuah demokrasi yang terburuk di negara ini,” cetusnya.

Sambung dia, Maka dari itu, kami yang tergabung dalam PAPEDA menyatakan sikap dan tuntutan akan melaporkan KPU Pultab yang telah menghilangkan hak memilih masyarakat di kecamatan Talbar kepada Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP)

“Papeda menyatakan sikap dan akan menuntut KPU Pultab kepada DKPP atas menghilangkan hak memilih masyarakat Talbar,” tukasnya.

Editor : MAS