Menjadi Referensi Mendunia

Pakai Gelar Dokter Untuk Berbohong, Hanum Rais Dilaporkan ke PB PDGI

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Syarikat 98 mengadukan dugaan pelanggaran etik kedokteran yang dilakukan oleh Hanum Salsabiela Rais ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Jumat (19/10).

Hanum Rais diduga melanggar etik kedokteran dalam keikutsertaan membenarkan berita hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Melalui akun twitter miliknya, beberapa waktu lalu  ia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang dokter yang telah meraba dan memeriksa  luka Ratna Sarumpaet. Ia mengaku bisa membedakan gurat luka pasca operasi dan mana luka pasca penganiayaan.

Tweet Hanum Rais yang membenarkan kebohongan Ratna Sarumpaet dengang membawa profesinya sebagai seorang dokter. Foto: Ist

“Saya juga dokter. Saya melihat, meraba dan memeriksa luka Bu Ratna kemarin. Saya bisa membedakan mana gurat pasca operasi dan pasca dihujani tendangan, pukulan. Hinalah mereka yang menganggap sebagai berita bohong. Karena mereka takut, kebohongan yang mereka harapkan, sirna oleh kebenaran,” tulis Hanum dalam akun twitter miliknya.

Ketua Umum DPN Syarikat 98 Hengky Irawan, menilai pernyataan Hanum Salsabiela Rais itu bernada meyakinkan banyak orang dengan justifikasi bahwa dirinya adalah dokter. 

IMTSI Sidebar

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan gelar akademik kedokteran oleh yang bersangkutan untuk menjustifikasi kebohongan tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet. Pernyataan tersebut telah menggunakan referensi profesi secara tidak benar dan merupakan pelanggaran kode etik kedokteran,” tulis Hengky dalam keterang persnya.

Menurut Hengky, tindakan Hanum Rais itu sangat berbahaya dan bisa menyesatkan khalayak.

“Tentu dampaknya akan berbeda bila yang menyebarkannya adalah orang awam di bidang tersebut,” katanya.

Hanum diduga melanggar Kode Etik Profesi Kedokteran Gigi pada Pasal 4 ayat 2, Pasal 6, Pasal 20 ayat 1, 2 dan 3.

Penulis: Parulian

Editor: YES

Komentar
Loading...