Indonesiaberita.com, Pelalawan – Setelah hampir bertahun-tahun kasus hilangnya lahan 265 Ha Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) masyarakat Terantang Manuk Kabupaten Pelalawan oleh  PT. Safari Riau, kini akan melakukan pelaporan ulang di Kejari Pelalawan dan Polda Riau.

Pemuda Desa Terantang Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras, Nolis Hadis menilai kasus ini dianulir melibatkan beberapa mantan pejabat tinggi di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau .

Nolis Hadis selaku warga tempatan dilansir dari penyalainews.com menerangkan ada beberapa poin permasalahan KKPA yang dilakukan PT. Safari Riau yang merupakan anak perusahaan  PT. Adei Plantation.

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) inipun mengaku telah memiliki beberapa alat bukti untuk menjadi dasar laporan kepengadilan.

Dalam cuitannya di Wag, Nolis meminta pendampingan hukum oleh lawyer Said Abu Sofyan dalam penanganan proses hukum yang melaporkan PT Safari Riau yang dijadwalkan pada Senin mendatang.

Humas PT Safari Riau kepada indonesiaberita.com mengatakan, bahwa apa yang dituduhkan Nolis Hadis atas hilangnya kebun KKPA seluas 265 Ha tidak berdasar dan bohong.

“Tidak benar itu mas, tidak ada lahan KKPA yang hilang,” ujarnya melalui WhatsApp pribadinya, Jumat (19/10/2018) pada pukul 18.05 wib.

Penulis : FR

Editor : MAS