Indonesiaberita.com, JAKARTA – Geliat pembangunan infrastruktur dalam empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah salah satu bukti nyata kinerja pemerintahan saat ini.

Pemerintah menganggap infrastruktur dapat meningkatkan konektivitas, merangsang daya saing antar daerah, memenuhi akses komunikasi di seluruh Indonesia serta mendukung ketahanan pangan. Bahkan, di dalam pidatonya Presiden Jokowi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari implementasi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat.

Berikut data pembangunan infrastruktur yang berhasil digalakkan pemerintahan Jokowi-JK yang dirilis Kantor Staf Presiden (KSP).

Infrastruktur Konektivitas

Pembangunan infrastruktur konektivitas dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha serta pemerataan distribusi barang/jasa.

1. Jalan dan Jembatan

  • Jalan tol sepanjang 947 kilometer
  • Jalan sepanjang 3.432 kilometer
  • Jembatan sepanjang 39,8 kilometer
  • Jembatan gantung sebanyak 134 unit

2. Pelabuhan dan Kapal Laut

  • 19 pelabuhan baru
  • 8 pelabuhan yang masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan rampung pada tahun 2019
  • Penambahan 10 pelabuhan penyeberangan
  • Penambahan 5 unit kapal penyeberangan penumpang
  • Penambahan 3 unit kapal motor penyeberangan
  • Target peningkatan kapasitas pengangkutan barang dari 16,7 juta TEUs per tahun pada 2014 menjadi 19,7 juta TEUs per tahun pada 2017

3. Kereta Api

  • Jalur kereta api, termasuk jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 754.59 km’sp
  • Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 413,6 km’sp
  • Light Rail Transit di Sumatera Selatan selesai dibangun
  • Light Rail Transit di Jakarta selesai dibangun
  • Light Rail Transit di Jakarta, Bogor,Depok Bekasi yang rampung pada 2019
  • Mass Rapid Transit yang rampung pada tahun 2019

4. Bandar Udara

  • Terdapat 10 bandar udara baru (Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu)
  • Revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolir dan wilayah perbatasan

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, pembangunan infrastruktur untuk konektivitas ini sudah mulai terlihat manfaatnya.

“Sudah mulai terjadi pertumbuhan penumpang yang artinya peningkatan konektivitas itu benar-benar terjadi,” ujar Erani.

Erani juga menyampaikan, dari tahun 2014 hingga tahun 2017 terjadi pertumbuhan penumpang, naik 6,5 persen, kereta api naik 8,9 persen, penyeberangan naik 1,3 persen, demikian pula Damri yang naik 1,7 persen.

“Juga sudah terjadi pertumbuhan angkutan barang yang artinya daya saing ekonomi antar daerah juga mulai tumbuh,” kata Erani.

Ia melanjutkan, pertumbuhan angkutan barang dari 2014 hingga 2017 melalui jalur darat naik 3 persen, dan angkutan udara naik 2,7 persen.

“Angka yang paling tinggi adalah pertumbuhan angkutan barang melalui jalur kereta api, yakni 7,8 persen,” pungkasnya.

Infrastruktur Ketahanan Pangan

Guna meningkatkan ketersediaan pangan dari peningkatan produksi dalam negeri, maka pemerintah juga memandang perlunya pembangunan infrastruktur pada sektor ini

1. Pembangunan Bendungan

Tercatat 43 bendungan yang dibangun hingga tahun 2017 dan ditargetkan 65 bendungan terbangun hingga tahun 2019 di seluruh Indonesia dengan kapasitas tampung 2,11 miliar meter kubik.

Disebutkan pemerintah, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pelayanan irigasi waduk sebesar 160.000 hektare. Selain itu, juga berdampak pada pemenuhan air baku 3,02 meter kubik per detik dan meningkatkan potensi energi sebesar 145 mega watt.

2. Pembangunan embung oleh tiga kementerian

  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berhasil membangun 846 embung dari tahun 2015 hingga 2017.
  • Kementerian Pertanian berhasil membangun 2.348 embung sejak 2015 hingga 2017
  • Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi membangun 1.927 embung.
  • Di periode yang sama, pemerintah juga membangun 860.015 hektare jaringan irigasi serta merehabilitasi 2.319.693 hektare jaringan irigasi lama.

Infrastruktur Telekomunikasi

Pemerintah Jokowi-JK juga berupaya memenuhi akses terhadap komunikasi dan teknologi, guna menopang produktivitas. Untuk itulah, adanya perluasan cakupan jaringan telekomunikasi.

Dijelaskan Erani, salah satu proyek untuk mendukung misi tersebut adalah jaringan tulang punggung serat optik nasional bernama “Palapa Ring”.

Program tersebut menghubungkan seluruh ibu kota kabupaten/kota di Indonesia dengan jaringan internet berkecepatan tinggi (broadband).

Misalnya, jaringan Indonesia bagian barat dari total 2.275 kilometer jaringan, sudah dibangun 74 persen jaringan.

Indonesia bagian tengah, dari total 2.995 kilometer jaringan, pemerintah telah membangun 35 persen jaringan.

Sedangkan Indonesia bagian timur, dari 6.878 kilometer jaringan, telah dibangun 18 persen jaringan.

“Secara keseluruhan dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sudah ada 457 kabupaten/kota yang telah terjangkau dengan jaringan broadband. Sedangkan, 57 kabupaten sisanya adalah daerah terpencil,” papar Erani.

Ia juga menyebutkan, untuk daerah terpencil yang secara bisnis tidak layak usaha, pemerintah tetap berupaya menyediakan jaringan telekomunikasi.

“Dengan inovasi pembiayaan melalui pola kerjasama pemerintah badan usaha (KBPU), pemerintah berhasil mendirikan jaringan broadband di 137 daerah terpencil, khususnya perbatasan,” tutup Erani.

Editor: YE