IndonesiaBerita, TERNATE – Pendukung Pasangan calon gubernur, AHM-Rivai, melakukan aksi demonstrasi didepan kantor Badan Pengawasan Pemilu Maluku Utara, (Bawaslu Malut). di kel. Tabona,  Kota Ternate,  Maluku Utara, Selasa, (23/10/2018).

Masa yang datang Menuntut dugaan money politik yang di lakukan oleh salah satu pasangan calon nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba – Al Yasin Ali (AGK-YA).

Koordinator Aksi, Hastomo B. Tawary, meminta Bawaslu Malut, segera merekomendasikan pembatalan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Jailolo Timur.

“Kami meminta kepada Bawaslu Provinsi Maluku Utara untuk merekomendasikan Pembatalan hasil PSU, yang dilaksanakan di sejumlah TPS di Kecamatan Jailolo Timur Kabupaten Halmahera Barat, karena tidak sesuai dengan amar putusan MK yang hanya memerintahkan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Kao Teluk Kabupaten Halmahera Utara.” papar Tomo.

Masih kata Tomo, dirinya juga meminta Bawaslu agar memproses dugaan money politik.

“Kami meminta kepada Bawaslu Provinsi Maluku Utara untuk memproses pelanggaran pemilu berupa money politic yang diduga kuat dilakukan oleh paslon, (AGK-YA) dengan keputusan berupa mendeskualifikasi pasangan tersebut.” ungkap Tomo lagi.

Sementara itu Ketua Bawaslu Malut, Muksi Amri yang menemui masa aksi, bersama tiga komisioner Bawaslu diantaranya, Aslan Hasan, dan Fahrul Abd Muin, mengatakan mengenai pelanggaran ada prosedur hukum yang dilalui.

“Kalau mengenai pelanggaran ada mekanismenya, harus ada prosedur hukum yang di lalui, maka berikan itu kepada kami yaitu sentral penegak hukum (Gamkumdu), yang didalamnya ada, bawaslu, polisi,  dan kejari, jadi biarkan kami menangani ini dengan baik.” ujar Muksin.

Lanjut, Muksin juga meminta untuk berikan kewenangan kepada Bawaslu, karena pelanggaran pemilu, akan di proses sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku

“Bawaslu akan melaporkan seluruh pelanggaran dan temuan, sesuai perintah MK kepada semua pihak untuk melaporkan seluruh hasil karena PSU yang masih ranah sidang di MK, sebab kami hanya di berika waktu 7 hari , jadi kalau demo terus kami tidak bisa buat laporan.” pungkas Muksin.

Menutup penyampaiannya Muksin mengatakan dalam agenda PSU, belum ada yang menang dan kalah.

“Belum ada yang menang dan kalah, Maka biarkan MK memutuskan perkara ini sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.” imbuh Muksi kepada pendukung AHM-Rivai.

Editor : MAS