Indonesiaberita.com, Yogyakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan Kawah Kepempinan Pelajar (KKP) untuk melatih kepemimpinan para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tahun ini, KKP diikuti 600 orang, dengan rincian 540 siswa dan 60 pendamping. Para peserta berasal dari 60 sekolah dari 15 kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, berlangsung selama empat hari yaitu dari tanggal 23 hingga 26 Oktober 2018.

Cakupan wilayah itu meliputi Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Surakarta, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Magelang, Kota Magelang. Secara rinci, masing-masing kabupaten/kota ini mengirimkan empat perwakilan sekolah melalui seleksi berjenjang.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan penyiapan calon pemimpin harus dimulai sejak dini melalui pelatihan bagi siswa yang memiliki potensi kepemimpinan dan dapat dibina.

“Intinya, semakin banyak yang kita bina untuk menjadi pemimpin di masa depan akan semakin bagus” ujarnya saat membuka Kawah Kepemimpinan Siswa, di Yogyakarta, Selasa (23/10) lalu.

Muhadjir menjanjikan pelatihan kepemimpinan bagi siswa ini akan berlangsung berkesinambungan di setiap sektor pendidikan.

“Seperti kemarin sudah kita lakukan di cabang olah raga sepak bola untuk siswa, nanti kita akan terus lakukan di setiap bidang sehingga kita akan ada stok banyak calon pemimpin,” jelas Muhadjir.

Muhadjir juga berpesan agar para peserta dapat berperan aktif dalam pelatihan KKP. “Belajarlah dengan baik saat ini supaya bisa jadi pemimpin di masa depan, dengarkan para trainer dan ikuti latihan yang diberikan sehingga dapat menunjukkan diri kalian sebagai orang terpilih,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, menjelaskan bahwa jiwa kepemimpinan terbentuk melalui bimbingan integratif dari tiga pilar, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Hamid mengungkapkan sekolah menjadi pilar yang strategis untuk membentuk jiwa kepemimpinan bagi siswa, sehingga kegiatan mendidik bukan sekedar berorientasi pada kegiatan akademik. Saat ini, pembentukkan jiwa kepemimpinan telah terlaksana melalui kegiatan intra maupun ekstrakurikuler di sekolah, seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, Jurnalistik, Palang Merah Remaja (PMR), kegiatan kerohanian, serta klub olahraga.

“KKP merupakan kegiatan melatih, mengembangkan. memantapkan diri, dan bertukar pengalaman mengenai model kepemimpinan yang efektif dan bermanfaat untuk menciptakan pemimpin ideal bagi Indonesia,” jelasnya.

KKP tahun ini mengangkat tema Unggul, Berkarakter dan Berkarya, dengan memprioritaskan siswa yang aktif di organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler sekolah, mempunyai potensi kepemimpinan dan dipilih oleh sekolah.

Pelatihan KKP mencakup dua model, pertama, model pelatihan teoritik yang berlangsung searah dan dialogis dengan menggunakan permainan edukatif. Kedua, model pelatihan praktek dengan berbentuk diskusi, permainan simulasi kepemimpinan, sidang pleno, tugas kelompok, dan tugas pribadi. Diharapkan pelatihan tersebut dapat membentuk karakter dengan nilai-nilai budi pekerti, yaitu religius, peduli, disiplin, mandiri, kerja sama, jujur, solutif, nasionalisme, demokratis dan bertanggungjawab.

Penulis: Dovi Yati

Editor: MAS