Indonesiaberita.com, JAKARTA – Aktifis 98 Sayed Junaidi Rizaldi Al Hinduan, yang juga mantan ketua Pelaksana Rembug Nasional 98 merespon keras pernyataan Tommy Soeharto yang mengatakan bahwa 20 tahun reformasi tidak membawa perubahan.

Sayed yang lebih dikenal dengan Pak Cik ini menegaskan bahwa setelah tumbangnya Orde Baru menjadi awal perubahan tatanan negara di Tanah Air. “Korupsi dan kolusi terlihat jelas proses pemberantasannya,” kata Sayed dalam keterangan tertulisnya yang ditetima redaksi, Kamis (25/10).

Pak Cik pun memaparkan di era Orde Baru, dominasi keluarga Cendana sangat kuat. “Bisnis keluarga Cendana mulai dari hulu hingga ke hilir,” tegasnya.

“Baiknya Tommy tak usah banyak omong. Silahkan diingat-ingat saja masa Ayahnya berkuasa selama 32 tahun. Memimpin bangsa dengan otoriter dan HAM pun dilanggar,” ujar Pak Cik.

Ia pun menghimbau khususnya buat warga Papua yang merupakan daerah pemilihan (Dapil) Hutomo Mandala Putra alias Tommy. Jangan sampai warga Papua terhipnotis romatisme masa lalu yang kelam.

“Awas kebangkitan orde baru. Baiknya masyarakat khususnya pemuda yang baru pertama kali ikut pemilu dan punya hak pilih untuk membaca sejarah terutama sejarah tumbangnya orde baru,” terang Pak Cik.

Sambung pak Cik yang pernah menjadi Jenderal Lapangan di era gerakan mahasiswa 98 ini, Siapa Soeharto, siapa Tommy, dan mengapa Soeharto jatuh, bisa dilihat sejarahnya dalam buku-buku sejarah atau pun searching di gogle.

Editor : MAS