IndonesiaBerita, MALUT – Demi menjaga kelangsungan hidup masyarakatnya serta meningkatkan perekonomian, Kelompok Tani Hutan (KTH), Giwe Marahai Desa Bibinoi Kecamatan Bacan Timur Tengah, melakukan reboisasi, rehabilitas Lahan dan hutan, dengan menanam 133 ribu pohon.

Ketua Kelompok Ansar Ditti, kepada Indonesia Berita mengatakan kegiatan pertama adalah Reboisasi Rehabilitasi Lahan dan Hutan (RLH) 113 ribu pohon dari 7 jenis tanaman dari tahun 2017

“Tanaman yang Di RLH ada tujuh jenis diantaranya,1. Kenari, 2. Pala, 3. Sengon, 4. Nyato, 5. Samama, 6. Binuang, 7. Ketapang” ungkap Ansar Kepada Indonesia Berita, di kediamannya, Jumat (26/10/2018).

Ansar juga mengungkapkan, dirinya bersama 39 anggota telah berhasil membuka lahan seluas 150 hektar dan melakukan penanaman.

“Saya bersama 39 anggota lainya, dengan seluas Lahan 150 ha, yang menghasilkan kerja 80% sehingga ada proyek tahap 1,2 dan 3 kepada kelompok Giwe sehingga dianggap berhasil melaksakan program pemerintah di bidang kehutanan.” ujar Ansar.

Masih kata Ansar dengan keberhasilan tersebut dari pemerintah dalam hal ini dinas kehutanan halmahera selatan kemudian memberikan bantuan pada tahap kedua dan tahap tiga.

“Pada Tahap kedua ada Pemeliharaan (sulaman) dengan jumlah bibit 35 dengan menanam 3 jenis pohon 1. Pala, 2. Samama 3. sengon, 4. Rambutan sedangkan Tahap 3 Bantuan bibit dari Dinas kehutanan Ambon 2062 pohon bantuan melalui UPTD Dinas kehutanan Halsel, yang dimulai pada 13 Oktober kemarin” papar Ansar Lagi.

Foto kegiatan penanaman

Ada, 19 KTH yang tersebar di Maluku Utara namun KTH Giwe Marahai yang dianggap sebagai kelompok paling teladan.

“Kami menanam secara keseluruan, dianggap berhasil karena sampai pada tahap kedua, yaitu sulaman selama dua puluh hari, sehingga kita diberi sebagai kelompok teladan.” ujarnya.

Bagi Ansar, tanaman ini demi anak cucu kami ke depan, serta membantu perekenomian masyarakat desa. Khusunya di desa Bibinohi.

“Semoga kelompok ini selalu aktiv dalam memberdayakan masyarakat di halsel,meningkatkan perekonomian serta menjadi regenerasi anak cucu halsel kedepan.” imbuhnya.

Ansar juga meminta kepada Dinas Kehutanan agar dapat meningkatkan studi pengembangan terhadap para kelompok Tani Hutan sehingga ada peningkata sumber daya manusia pagi para anggota KTH.

“Misalnya ada Studi pengembangan kelompok tani hutan, work shop, atau pengembangan lainya yang bisa kami pakai ketika melakukan pengembangan Kelompon kami kedepan.” pinta Ansar.

Editor : MAS