Indonesiaberita.com, JAKARTA – Dalam keterangan tertulisnya Ketua Umum Komite Rakyat Nasional (KORNAS) Abdul Havid Permana menyampaikan, bahwa pembakaran bendera Hibrur Tahrir Indonesia (HTI) berbuntut panjang. Namun ia sangat menyangsikan perbuatan tersebut dilakukan oleh Banser. Pasalnya kata Havid, Banser sesungguhnya memahami arti kedamaian, Islam Rahmatan Lil’Alamin.

“Saya tidak percaya hal itu dilakukan Banser, sebab menurut hemat saya, sejatinya Banser mencintai kedamaian dan persatuan, toh jelas sejarahnya bahwa NU lah yang menjaga NKRI dari perpecahan. Malah klo kita gunakan logika terbalik bisa aja pihak-pihak yang gak bertanggung jawab gunakan baju Banser.” ujar Havid di Jakarta, Sabtu (27/10).

Untuk itu kata Havid, percayakan saja kepada pemerintah yang menyelesaikan persoalan tersebut, masyarakat jangan terpancing dengan adanya upaya-upaya adu domba.

“Saya ulangi, seperti ada upaya adu domba yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk memecah belah umat islam, dengan harapan terjadinya konflik horisontal dan pembusukan terhadap pemerintah, akhirya pemerintah dianggap berat sebelah, bahkan cilakanya pemerintah lagi disalahkan.” beber Havid.

Menurut Havid menambahkan, bisa saja ini diciptakan dengan harapan situasi menjadi kacau, yang merupakan bagian dari skenario dalam rangka persiapan menghitung kekuatan pra kondisi 411 dan 212 mendatang.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, jangan terpengaruh dengan hasutan, sebab hal itu tak lain adalah upaya politik adu domba antar umat Islam.

Penulis : DR

Editor : YES