Indonesiaberita.com, MANADO – Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) bersama  United Development Program (UNDP) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menggelar pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM) ke-3 Archipelagic and Island States Forum di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (31/10).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 17 delegasi dari beberapa negara tersebut menyepakati draft Deklarasi Manado tentang pembentukan Archipelagic and Island States Forum (Forum AIS). Negara-negara tersebut antara lain: Filipina, Jepang, Cabo Verde, Kuba, Fiji, Guinea Bissau, Siprus, Indonesia, Jamaica, Papua New Guinea, Saint Kitts and Navis, Seychelles, Singapore, Malta, Timor Leste, Srilanka dan Inggris.

Dokumen ini akan didiskusikan lebih lanjut dan diumumkan pada pertemuan tingkat Menteri forum AIS yang akan dipimpin oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan di Grand Kawanua International Conference di Manado, Kamis (1/11/2018) mendatang.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin jalannya rapat  mengaku menyambut baik kesepakatan itu.

“Kita ingin menggalang kerja sama konkret untuk menangani masalah-masalah utamanya manajemen laut yang baik, sampah plastik laut yang kita hadapi sebagai negara maritim,” jelas dia.

Lebih jauh Yudhi Sadewa menjelaskan, kesepakatan para peserta tidak terlepas kekhawatiran para delegasi mengenai urgensi penanganan isu tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, konservasi laut serta ekonomi biru yang melatar belakangi pembentukan forum AIS.

Lebih jauh, para delegasi mengungkapkan dukungan mereka pada solusi-solusi inovatif yang secara konkret telah dilakukan oleh Pemerintah RI dan UNDP. Solusi inovatif tersebut adalah adanya kompetisi berjuluk “Plankthon” yang menyasar generasi muda. Tujuan kompetisi itu adalah untuk mengkampanyekan bahaya sampah plastik di laut bagi masyarakat dan lingkungan melalui infografis.

Penulis: Melky

Editor: MAS