Indonesiaberita.com, BANDUNG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang sudah menelurkan berbagai inovasi produk dan gencar melakukan ekspor ke luar negeri.

“Saya bangga dengan BUMN-BUMN yang terus menciptakan produk-produk startegis yang tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga sukses di pasar global. Pesan saya, Research dan Development (RnD) juga harus ditingkatkan supaya bisa meningkatan daya saing produk kita,” tutur Rini saat menghadiri acara ExceLEN: Inovasi untuk Negeri yang diadakan oleh PT Len Industri di Bandung, Rabu (31/10) lalu.

Dalam acara tersebut, PT Len Industri (Persero) meluncurkan 2 produk inovasi yakni sistem solar PV bernama LenSOLAR dan alat perespon darurat cepat Len Rescue.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin mengatakan, peluncuran dua produk inovasi dari Len ini merupakan bukti bahwa Len Industri tidak hanya mampu bersaing di pasar business to business (B2B) tetapi juga di pasar business to consumer (B2C).

“Kiprah Len Industri saat ini tak lepas dari peran anak bangsa dengan semangat dan komitmen untuk selalu berinovasi menjadikan Len Industri sebagai perusahaan teknologi kelas dunia. Semua bentuk teknologi dan inovasi yang kami ciptakan di Len Industri untuk negeri tak lepas dari semangat inovasi untuk negeri,” kata dia.

Selain menyaksikan pelucuran produk inovasi tersebut, di tempat yang sama, Rini Soemarno secara simbolis melepas ekspor produk tiga BUMN lainnya yakni, PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero) dan PT Bio Farma (Persero).

PT Pindad (Persero) kembali mengekspor 7.300 butir munisi kaliber 7.62 x 51 mm dan explosives materials berupa TNT block 225 gram, 500 gram dan 130 gram sebanyak 4.030 unit ke Thailand.

PT DAHANA (Persero) melakukan ekspor Dayagel Extra ke Australia dengan nilai penjualan sebesar USD 63.000. Ekspor bahan peledak ke Negeri Kanguru ini sebagai upaya menembus pasar pertambangan di Australia.

Sementara di sektor farmasi, PT Bio Farma (Persero) melakukan pengiriman produk vaksin ke empat negara tujuan ekspor dengan ebesar USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah. Tiga diantaranya adalah finished product vaksin Polio (bOPV-20 dosis) ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Bio Farma juga pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India.

Penulis: Dovi

Editor: MAS