Menjadi Referensi Mendunia

Jubir AGK-YA: Bawaslu Kebablasan Jalankan Perintah MK

IndonesiaBerita, MALUT  –  Setelah beredar berita dibeberapa media dengan tema diskualifikasi Abdul Gani Kasuba dan Al Yasin Ali (AGK-YA) dalam konstestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, membuat juru bicara (Jubir) AGK-YA, Sukardi Marsyaoli angkat bicara.

Menurut Sukardi, Bawaslu Malut, kebablasan menjalankan perintah MK.

“Bawaslu Malut, kebablasan menjalankan yang menjadi perintah Mahkamah Konstitusi (MK) adalah melaporkan hasil PSU di MK tapi malah justru mengumumkan bukan dari hasil perintah MK.” ujar Jubir AGK-YA melalui rilis resminya, Jumat. (02/11/2018).

Lanjut Sukardi harusnya diskualifikasi itu dilakukan sebelum putusan MK, jika diskualifikasi dilakukan sekarang maka itu ranahnya MK.

IMTSI Sidebar

“Bahwa agenda psu atau disklifikasi itu adalah sifatnya adiminstratif sebagai pasangan calon itu bisa dilakukan, namun mestinya sebelum hasil keputusan MK, sehingga bisa menggugurkan dari calon tetapi terkait dengan hasil itu sudah menjadi ranahnya MK.” papar Sukardi.

Sukardi juga menghimbau agar penyelenggara agar melaksanakan perintah putusan MK.

“Kepada seluruh penyelenggara atau subjek yang diperintahkan oleh amar putusan untuk melaksanakan perintah putusan MK yaitu: melaksanakan PSU, Melaporkan kepada Mahkamah Konsitusi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh MK.” imbuh Sukardi.

Karena Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah buah dari hasil sengketa, maka sesuai dengan hukum bahwa ranah hukum sengketa hasil itu adalah keputusan MK, dan meminta kepada seluruh masyarakat agar menunggu dengan sabar hasil putusan MK.

Editor : YES

Komentar
Loading...