Indonesiaberita.com, KENDARI – Gubernur Sultra Ali Mazi mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2019 hingga 8,03%, kenaikan tersebut berlaku sejak 1 Januari 2019 mendatang.

Keterangan tersebut diumumkan langsung Ali Mazi di ruang rapatnya, Kamis (1/11/2018) kemarin.

“Kenaikan UMP ini merupakan salah satu program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, AMAN (Ali Mazi – Lukman Abunawas) melaui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra.” ungkapnya.

Ali menyebutkan, kenaikan UMP ini ada di 3 sektor yaitu sektor upah minimum pertahun, sektor pertambangan dan penggalian, dan terkhir pada sektor konstruksi.

“Pada upah minimum tahun 2018 sebesar Rp 2.1770.530 naik Rp 174.817, atau 8,03 % dan pada tahun 2019 sebesar Rp 2.351.870. Di sektor pertambangan dan penggalian pada tahun 2018 Rp 253.230.259 naik Rp 196.116 atau 8,03 % menjadi Rp 2. 409.712. Sedangkan pada upah minimum sektor Kontruksi Rp 2.296.203 naik Rp 183.385 menjadi Rp 2. 480.688 dengan total presentase sekitar 8.03%.” sebutnya.

Ali Mazi menambahkan, formulasi perhitungan UMP 2019 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk diketuhui, pengumuman ini beralaku di semua daerah kecuali Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka,” tambahnya.

Selanjutnya Ali berharap ahar swluruh pelaku usaha dan bisnis bersama-sama membantu roda perekonimian di Sultra.

“Harapan saya kepada seluruh pelaku usaha dan bisnis bisa turut bersama membantu roda perekonomian di Sultra,” pungkas Ali Mazi.

Editor : YES