Indonesiaberita.com, JAKARTA – Protokol karantina Indonesia – Iran segera dirampungkan agar perdagangan komoditas pertanian kedua negara dapat dilakukan secara direct, tanpa melalui negara ke-3 seperti yang selama ini dilakukan.

Kerjasama ini dibahas oleh perwakilan Kedutaan Besar Iran Naser Kamali dan Mohamad Tavakoli bersama dengan Arifin Tasriff, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Publik Badan Karantina Pertanian, di Jakarta, Kamis (1/11).

“Potensi produk holtikultura dan peternakan kita sangat besar, saya yakin kita mampu memenuhi permintaan Iran,” kata Arifin.

Data perdagangan yang dirilis Kementerian Pertanian, menunjukan nilai impor Indonesia dari Iran pada 2017 hanya sebesar 5.8% atau senilai USD 4.016.914 diantaranya berupa kurma, anggur, kacang hijau dan kacang mede. Sedangkan nilai ekspor Indonesia ke Iran pada 2017 sebanyak USD 69.239.009,08 yaitu untuk komoditas kelapa sawit, kelapa, karet dan kopi.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Barantan, Antarjo Dikin  berharap diusulkan agar ekspor beberapa produk yang selama ini masih lewat negara ketiga, dapat dilakukan langsung.

Antarjo Dikin juga mengusulkan agar dibuat kerjasama karantina dalam Joint Committee on Agriculture terkait sanitary and phytosanitary atau yang dikenal dengan protokol karantina. Dengan harapan adanya peningkatan nilai perdagangan kedua negara tersebut.

“Kita akan dorong manggis, nanas, mangga, lada, nuget, sarang walet dan pakan ternak. Kalau kita bisa direct atau langsung, semoga kita bisa dapat harga yang lebih rasionable,” tutur Antarjo.

Menyambut baik hal tersebut, Naser Kamali dan pihak Iran meminta agar Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian segera mengesahkan laboratorium keamanan pangan Iran yang teregistrasi untuk komoditas pangan segar asal tumbuhan.

Dengan adanya pengesahan ini diharapkan ekspor produk Iran tidak lagi terhambat.

“Kami sangat berharap poin poin kerjasama yang telah dibahas dapat selesai pada pertemuan mendatang di bulan Desember,” harap Nasser.

Penulis: Fitrah

Editor: MAS