IndonesiaBerita, KENDARI – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program ini merupakan bentuk upaya sinergitas dengan program 100 hari kerja Gubernur dan wakil Gubernur Sultra Ali Mazi – Lukman Abunawas (AMAN), yakni Sultra Emas khususnya pada sektor Sultra Bantuan Mayarakat Miskin.

“Jadi program bedah rumah ini sudah mulai  jalan di 5 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Muna Barat, Buton, Bau-bau, Buton, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan, dan terakhir pada tanggal 12 November akan dilaksanakan penyerahan serah terima di Kota Kendari.” ungkap Kadis PUPR Sultra, M.Efendi Patulak saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (2/11/2018) yang lalu.

Proses bedah rumah yang sedang mulai berjalan itu berjumlah kurang lebih 30 sampau 40 unit rumah, dengan bantuan dana yang sama yakni 15 juta rupiah, yang diperuntukan bagi masyarakat menengah kebawah.

Khsusus pada program 100 hari kerja gubernur ini, yang mendapat jatah program bedah rumah hanya 6 kabupaten saja dikarenakan waktunya yang sangat pendek yakni sampai pada 15 Desember dengan jumlah rumah kurang lebih 125 unit.

Kalau kita diberi 50 unit per kabupaten sehingga akan menjangkau 800 unit keseluruhan, dan sumber anggaran untuk program bedah rumah ini berasal dari APBD mencapai 15 sampai 17 miliar rupiah. Sedangkan anggaran yang dari APBN cukup besar yakni mencapai 6.000 unit.

Ada sekitar 150.000 unit rumah yang tidak layak huni yang mesti diperbaiki, jika sumber dana hanya bergantung pada anggaran APBD maka tidak akan cukup, sehingga anggaran APBN lah yang mensuport

“Úntuk diketahui, program bedah rumah ini sangat disupport oleh Gubernur dan wakil Gubernur saat ini yang sangat peduli dengan kesejahteraaan masyarakat Sultra, terkait kelayakan hunian masyarakat menengah kebawah sehingga menjadi layak huni.” pungkas Efendi.

Editor : YES