IndonesiaBerita, MALUT – Dukungan moril terus berdatangan kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara (Malut) terkait surat rekomendasi diskualifikasi yang dikeluarkan kepada Paslon nomor urut tiga yakni Abdul Gani Kasuba dan M. Ali Yasin (AGK-YA) di Pilkada Maluku Utara (Malut).

Apresiasi disampaikan oleh Kawan AHM Malut melalui press rilis yang diterima Indonesi Berita, Minggu (4/11/2018).

Ketua Kawan AHM Malut, Muhammad Ali Anwar, mengatakan langkah Bawaslu Malut yang telah mendiskualifikasi AGK-YA, merupakan langkah yang tepat sebagai wujud untuk menciptakan pesta demokrasi sesuai dengan aturan pelaksanaan Pilkada.

“Rekomendasi diskualifikasi adalah wujud kinerja Bawaslu yang perlu diapresiasi dan mendapatkan dukungan, sebagai pengawas Pilkada berlangsung.” katanya.

Dirinya menegaskan dengan jelas dalam Undang -undang tentang pilkada yang melarang mutasi jabatan di lingkup Pemerintah Daerah saat pelaksanaan Pilkada berlangsung.

“Akibat dari itu Bawaslu kemudian mengeluarkan Penerusan atau Rekomendasi dengan Nomor PM.05.01/413/MU/2018 tentang Penerusan Pelanggaran Administrasi Pemilihan tanggal 26 Oktober 2018,” tegasnya.

Selanjutnya Ali menilai tindakan Bawaslu untuk menjaga preseden buruk terhadap proses demokrasi di Malut.

“Karena jika pelangaran ini dibiarkan oleh Bawaslu, apalagi tidak ditindaklanjuti, maka akan menciptakan tangapan maupun sindiran buruk terhadap wajah demokrasi di negeri ini.” ujarnya.

Apalagi, sambung Ali kejadian ini diperburuk dengan AGK yang tidak menghiraukan pangilan oleh Bawaslu sebanyak dua kali.

“Yang bersangkutan (AGK – red) sudah 2 kali dipanggil Tapi Tidak Menghiraukan Plllanggilan Bawaslu.” bebernya.

Kawan AHM sangat mengapresiasi rekomendasi diskualifikasi kepad AGK-YA yang dikeluarkan oleh Bawaslu Malut.

“Mutasi dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam masa Pelaksanaan PSU, tentunya tindakan ini adalah hal yang dilarang, sehingga saya selaku Ketua Kawan AHM sangat mendukung langkah Bawalu Malut mendiskualifikasi Petahana (AGK,red),” tandasnya.

Editor : YES