Menjadi Referensi Mendunia

Molor Tindaklanjuti Rekomendasi Diskualifikasi AGK-YA, KPU Malut di Protes

IndonesiaBerita, MALUT – Relawan dan simpatisan AHM-RIVAI kembali menggelar aksi unjuk rasa memprotes kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di depan Kantor KPU Malut, Kota Ternate, Maluku Utara. Senin (5/11/2018).

Dalam tuntutan aksi, masa AHM-RIVAI mendesak KPU Malut untuk segera menindak lanjuti rekomendasi diskualifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Malut.

Kordinator lapangan (Korlap), Muhammad Saifudin dalam orasinya meminta kepada KPUD Maluku Utara segera mengeksekusi rekomendasi Bawaslu terkait dengan mendiskualifikasi paslon nomor urut 3 (tiga) yakni Abdul Gani Kasuba dan M Ali Yasin (AGK-YA) karena terbukti melanggar UU nomot 10 Tahun 2016 tentang pilkada pada pasal 71 ayat 2,3,4 dan 5.

“KPU Malut segera mengesekusi rekomendasi Bawaslu terkait diskualifikasi AGK-YA,.” pinta Muhammad Saifudin.

Saifudin menilai jika KPUD Malut lebih mengedepankan aspek politik dibandingkan aspek normatif maka KPUD tak mampu menciptakan keadilan dan kualitas demokrasi di Malut.

Testimoni HUT IBcom

“KPUD Mandul dalam memproduksi kualitas demokrasi di Maluku Utara,” teriak Saifudin melalui microfonya

Korlap kembali menegaskan KPUD wajib hukumnya menindak lanjuti atau mengeksekusi rekomendasi Bawaslu karena untuk memastikan memenuhi sarat formil dan materil.

“Hal ini suda dikaji dan diuji oleh bawaslu, dan jika KPUD berdalih lain, maka KPUD jelas seakan -akan mengkonfrontasi atau memprovokasi pilkada Maluku Utara,” tegasnya.

Sambung dia, jika KPU tak mengindahkan apa yang menjadi tuntutan, maka masa aksi akan memboikot KPU Malut sebagai simbolis bentuk tamparan ketidakadilan demokrasi di Maluku Utara.

“Hari ini juga kami memboikot KPUD Maluku Utara sebagai simbolis untuk memprotes kinerja KPUD yang terkesan lambat dalam menindak lanjuti rekomendasi bawaslu.” tandas kkorlap.

Editor : YES

Komentar
Loading...