Menjadi Referensi Mendunia

Jangan Lupakan Sejarah! Ini Peran NU Perjuangkan NKRI

Oleh:

Nuril Arifin Husein

IndonesiaBerita, Yogyakarta – Jangan meninggalkan sejarah. Ucapan Bung Karno yang melegenda ini memang layak ditanamkan di dalam hati, diucapkan dan dipraktikkan.

Sejarah menunjukkan perang kemerdekaan. Bahkan sebelum Kemerdekaan PBNU dalam muktamar pertama nya tahun 1936 di Banjarmasin sudah meletakan dasar dan bentuk Negara.

Saat setelah kemerdekaan, ulama NU yang di komandoi Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari, Hadratusy Syeikh Bisri Syamsuri dan Hadratusy Syeikh KH Wahab Hasbullah dikunjungi Bung Karno.

Kehadiran Bung Karno ke Jombang atas saran Panglima besar jendral TNI Soedirman. Untuk mohon bantuan kekuatan kiyai dan santri pondok pesantren NU.

Karena kekuatan TKR, BKR dan polisi istimewa tidak sebanding jika berhadapan tentara sekutu, yang dipimpin jendral Malaby. Tentara yang memenangkan Perang Dunia ke II ini di tunggangi Nica.

Tentara Nica ini, berasal dari mantan penjajah Belanda yang berkeinginan untuk menjajah Indonesia kembali.

Kondisi genting itu Hadratusy syeikh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad dan mengangkat panglima sipil. Hadratusy Syeikh KH Abas Buntet Cribon yang diangkat sebagai panglima santriberhasil menghalau sekutu bahkan membunuh jenderalnya Malaby.

Testimoni HUT IBcom

Ini sejarah, jasa santri dan kiyai NU. Bukan ulama kemarin sore buatan takfiri Wahabi dan FPI apalagi HTI.

Jas merah,
Jadi, jangan lupakan sejarah. Ketika
Tahun 1965, kiyai NU dan Banser serta Pagar Nusa nya menghabisi jutaan PKI, ingat mereka itu kiyai NU. Bukan ustad kemarin sore, para anggota FPI, HTI dan PKI Arab.

Maka, jika sekarang ada kelompok mengaku pejuang kemerdekaan dan hendak mendongkel Pancasila dan UUD 1945, untuk digantikan faham khilafah akan kita libas.

Meskipun pakai bendera bertuliskan kalimat la Ilaha illallah, tetap kita lawan.
Karena bangsa ini benderanya merah putih bukan bendera bertuliskan Arab, yang di pakai para teroris. Baik Al Musti, ISIS, Al Qaeda atau pun HTI.

Dan ingat, tidak ada bendera tauhid jika berdasar nas Al-Qur’an atau haditsnya. Yang ada adalah bendera perang bernama Liwa dan Roya.

Di negeri Indonesia yang aman kok kita ngibarin bendera perang.

Maksudnya apa?
Mau berperang dengan siapa ?
Memerangi siapa?
Mereka mewakili bangsa mana?

Maka mulai saat ini musti tegas dan tangkap pengibar bendera perang Liwa dan Roya.

Editor: MAS
Komentar
Loading...