Menjadi Referensi Mendunia

Lakukan Lelang Dini, Menteri Basuki Ingatkan Pejabat PUPR Jauhi KKN

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Guna mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019, Kementerian PUPR memulai proses lelang dini pada November 2018.

Sebanyak 3.926 paket senilai Rp 32,61 triliun siap dilelang. Jumlah tersebut adalah 39 persen dari 80 persen Pagu Pengadaan Kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan selain memulai lelang lebih awal, penganggaran harus dilakukan secara efektif dan efisien mengacu pada value for money, pelelangan juga dilakukan secara adil, tidak diskrimatif dan bersaing. Kemudian Pokja harus kredibel, dapat dipercaya, cepat dan jangan takut melangkah.

“Keberadaan ULP/Pokja menjadi simpul penting untuk mencapai target pelelangan dini tahun 2019. ULP/Pokja harus bekerja secara efektif dan efisien dengan mengetahui kebutuhan, tepat mutu, manfaat yang optimal, dan sesuai harga pasar. Pada tahun 2019, dari Rp110,7 triliun, sebesar 84,6 persen atau senilai Rp75,73 triliun merupakan belanja modal dan sekitar 16,2 persen belanja barang yang mayoritasnya berkarakter modal,” kata Basuki pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian PUPR tahun 2018, di Jakarta, Senin (5/11) lalu.

Testimoni HUT IBcom

Di hadapan para pejabat tinggi madya, Kepala Balai/Balai Besar dan pejabat pratama, Basuki mengingatkan untuk menjauhi praktik Koruptif, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sesuai amanah Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut Basuki juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Kementerian PUPR fokus pada penyelesaian tugas, termasuk tugas khusus penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana di NTB dan Sulawesi Tengah, pembangunan pasar dan sarana pendidikan.

Penulis: Tri
Editor: MAS
Komentar
Loading...