Menjadi Referensi Mendunia

Ketum BPAN: Pemuda Harus Jadi Garda Paling Depan Tanggapi Isu Sosial

Indonesiaberita.com, PALU – Berbagai organisasi menjadi relawan kemanusiaan. Seperti yang dilakukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN).

Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Moh Jumri mengatakan bahwa BPAN memang dibentuk untuk membantu kerja-kerja AMAN termasuk saat terjadi gempa di Sulawesi Tengah, kata Jumri saat ditemui di Posko Gempa untuk Sulteng, Jalan Banteng, Kota Palu, Selasa (06/11), kemarin.

“Selain untuk membantu kerja-kerja AMAN, BPAN juga harus menjadi garda paling depan dalam merespon isu-isu sosial termasuk gempa dan tsunami seperti saat ini,” terang Jumri.

Menurut pria yang juga aktif sebagai jurnalis ini, mengatakan bahwa anak muda mempunyai semangat tinggi dan tentu sangat dibutuhkan pada saat penanganan bencana.

Dikatakan Jumri, BPAN anggotanya tersebar di 2500 lebih komunitas. Mereka melakukan Solidaritas mengumpulkan dana di wilayahnya masing-masing, seperti yang terjadi di Kalimantan Barat, Minahasa, Bengkulu, Papua, Banyuwangi, Lombok dan yang lainnya. Kemudian disalurkan ke posko gempa di Sulteng.

Baca juga : Posko Bencana Jadi Ajang Konsolidasi Dukung RUU Masyarakat Adat

Lanjut Jumri, dalam pendataan kemarin yang dilakukan tim tanggap bencana, kita focus di tiga Kabupaten, tiga Kabupaten itu diantaranya Kabupaten Sigi, Parimo dan Donggala. “Target kita tiga hari, tapi ada yang dua hari sudah selesai,” sambung Jumri.

Jumri menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seperti, pempes, sembako, obat-obatan, tenda dan yang lainnya. Adapun daerah yang disalurkan tidak harus ada dalam komunitas yang di dampingi AMAN, tetapi lebih pada orang-orang membutuhkan.

“Saya sangat mengapresiasi kawan-kawan relawan yang sangat antusias bergerak, karena anak muda yang harus di depan. Mereka sangat kompak, mau berjuang tanpa pamrih.

Testimoni HUT IBcom

lanjutnya, ia berharap penyaluran bantuan tersebut bisa menjadi ajang konsolidasi untuk AMAN dan BPAN.

“Luka ini bukan hanya luka mereka (Palu, Sigi, Donggala dan Parimo) tetapi luka kita semua,” sambung pria asal Banten ini.

Menurutnya, Penyaluran bantuan dibawa langsung ke komunitas kalaupun tidak bisa dijangkau pihaknya akan titipkan ke pemerintah desa setempat.

Baca juga : BPAN Kalbar Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Gempa dan Tsunami

Sementara itu menurut Joko Sunarto selaku Dewan BPAN Region Sulawesi, saat dihubungi via WhatsApp mengatakan bahwa mereka akan melakukan konsolidasi kembali pengurus-pengurus daerah, serta pengurus-Pengurus kampung (tingkat desa) guna mempersiapkan jambore wilayah Ke-2.

“Itu juga bertujuan untuk mengkampanyekan BPAN di tingkat kota baik di kalangan pelajar ataupun mahasiswa, karena keanggotaannya tidak terikat hanya di komunitas adat semata”, jelas Joko.

Ditanya soal program BPAN kedepan ia mengatakan “program tentunya akan dirumuskan bersama dengan teman-teman wilayah dan daerah, karena itu wewenang mereka.

“Namun pastinya pemulihan psikis di tingkat komunitas merupakan salah satu program pasca gempa, menguatkan tatanan kearifan lokal khususnya di tingkat pemuda, agar setiap pemuda rasa memiliki akan budayanya dan bangga menjadi masyarakat adat”, tutupnya.

Penulis : Rizal

Editor : YE

Komentar
Loading...