IndonesiaBerita, TERNATE – Menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kota Ternate, Komunitas “Ternate Heritage Society” (THS) menggelar bacarita pusaka dengan tema Tarian daerah dan maknanya, bertempat di Rumah Pisang Koloncucu, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat, (8/11/2018).

Ketua Ternate Heritage Society, Didith Prahara mengatakan komunitas ini berdiri dari Tahun 2008, dan mempunyai tiga program utama yaitu 1. jelajah pusaka artinya adalah kita mengajak relawan, masyarakat khususnya pemuda dan pemudi dalam melestarikan dengan mengunjungi serta mempelajari situs-situs sejarah.

“Sebab dengan terjun langsung ke situs sejarah maka, kita akan bertemu langsung dengan narasumber yang pernah terlibat langasung dalam peristiwa sejarah.” tutur Didith.

Lajutnya selain itu ada juga diskusi terkait dengan pusaka-pusaka yang ada, agar masyarakat dapat memahami terkait kebudayaan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

“Ada juga bacarita pusaka yaitu sebuah diskusi terbuka yang meminimalisir distorsi masyarakat tentang tarian, sehingga kita mengundang para pengiat seni yang berkompeten untuk menjelaskan secara detail terkait tarian dan maknanya” papar Didith yang juga Dosen IAIN Ternate itu.

Masih kata Didith, program yang ketiga adalah rangkuman dari semua program yang sudah dilaksanakan satu tahun dan di kemas dalam bentuk Festival Pusaka.

“Ketiga adalah festival pusaka Ternate yang merangkum seluruh program selama satu tahun, dan ini adalah tahun ke tiga yang akan kita laksanakan pada bulan februari 2019 nanti, Karena untuk mempelajari sejarah kita patuh mengenali terlebih dahulu, setelah itu kita mencintai, dan baru kita melestarikan.” cetus dosen muda itu.

Didith juga menjelaskan bahwa THS, juga belajar bersama-sama, bagaimana melestarikan kebudayaan.

“Kita juga belajar, karena kita melihat tarian daerah sudah lari dari yang sepantasnya contohnya tarian soya-soya yang di bawakan oleh perempuan dan beberapa tarian yang sudah tidak sesuai kontenya, olehnya bacarita budaya ini kita akan menggali dan mendudukan yang sebenarnya tarian dan maknanya.” ujarnya.

Dia berharap agar kedepan bersama THS,  dan masyarakat lebih mengenal pusaka Ternate, dan jangan melupakan jati diri, identitas khsusnya kota Ternate dan umumnya maluku utara, yang kita tahu bersama mempunyai akar sejarah yang kuat.

“Salah saru tujuan THS adalah mengenalkan sejak dini hingga dewasa tentang pusaka sejarah, agar kita jaga dan lindungi secara bersama.” imbuh Didith.

Edito : YES