Menjadi Referensi Mendunia

Merpati Siap Terbang Kembali Setelah 4 Tahun “Mati Suri”

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Merpati Airlines salah satu Maskapai Plat Merah di Indonesia siap mengudara kembali setelah empat tahun “Mati Suri”.

Merpati Nusantara Airlines (MNA) bakal mengudara lagi seiring dengan putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang mengabulkan proposal perdamaian dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU PT Merpati Nusantara Airlines dengan kreditur di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Rabu 14 November 2018 yang lalu.

Maskapai penerbangan MNA harus terlebih dulu memenuhi persyaratan dan tahapan yang ditetapkan aturan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bisa kembali menerbangi langit di Indonesia.

Sebelumnya, Merpati berencana kembali beroperasi pada 2019. Manajemen perusahaan mengklaim akan mendapat kucuran dana segar dari Intra Asia Corpora sekitar Rp6,4 triliun untuk menghidupkan Merpati lagi.

Dengan ada dana tersebut, Merpati Airlines setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan, saat ini Surat Izin Usaha Angkutan Niaga Berjadwal serta Sertifikat Operator Pesawat Udara milik Merpati Airlines sudah tidak berlaku. Ini karena perusahaan sudah lebih dari 12 bulan berturut-turut tidak beroperasi.

“Untuk mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukan kembali dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan serta aturan-aturan turunannya”, jelas dia dalam keterangannya, Kamis (15/11/2018) kemarin.

Semenjak berhenti beroperasi empat tahun lalu, 19 rute Merpati akhirnya diambil alih oleh maskapai lain seperti Susi Air yang mengambil rute Bade-Merauke, Garuda Indonesia yang mengambil Ende-Tambolaka dan Ende- Kupang dan NAM Air yang mengambil Kupang-Maumere dan Denpasar-Waingap.

Terbang dengan MC-21

Airbus atau Boeing bukanlah pilihan Merpati Airlines jika boleh terbang kembali. Perusahaan Asal Rusia Irkut Corporation Yang dipilih oleh Merpati Nusantara, Pesawat jenis MC-21 yang dirakit oleh Irkut Corporation menjadi pilihan manajemen untuk melayani penerbangan.

Irkut Corporation merupakan produsen pesawat terbang asal Rusia. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis pesawat seperti pesawat tempur, pesawat komersial dan pesawat latih.

Irkut juga tergabung dalam United Aircraft Corporation (UAC) yang dialamnya ada Sukhoi, MiG, Yakovlev, Tupolev, Beriev, Ilyushin dan lain sebagainya.

Merpati Nusantara Airlines yang menggunakan Pesawat MC 21 produksi Irkut Corporation. Photo : BG/Indonesia Berita

Terbang dengan MC-21 lebih cepat dan murah ketimbang model saingannya, Boeing 737 dan Airbus A320. Jet ini akan memiliki kemampuan jelajah hingga 870 kilometer per jam, sementara Boeing 737 hanya 842 kilometer per jam dan Airbus A320 dengan 828 kilometer per jam.

MC-21 diklaim andal untuk penerbangan jarak menengah. MC-21 adalah pesawat jet bermesin ganda dengan kapasitas 150-212 penumpang. Pesawat ini memang diciptakan untuk bersaing Airbus A320 dan Boeing 737 Max menggantikan era Soviet Yakovlev Yak-42, Tupolev Tu-134, Tupolev Tu-154, dan pesawat Tupolev Tu-204/214.

Maskapai pertama dan terbesar yang akan menggunakan MC-21 adalah Aeroflot, maskapai asal Rusia. Pengiriman 50 pesawat akan dimulai pada akhir 2018 atau awal 2019.

Editor : YES

Komentar
Loading...