Indonesiaberita.com, TERNATE – Mengemas sebuah Festival Daerah yang kental akan sentuhan sejarah dan budaya kembali digaungkan oleh Kesultanan Ternate.

Sejarah kejayaan Kesultanan Ternate bakal diulas kembali melalui Festifal Legu Gam atau yang lebih terkenal dengan sebutan Pesta Rakyat, yang dimana merupakan suatu kegiatan tradisi lokal, dipresentasikan sebagai wujud penghormatan rakyat dalam memperingati hari ulang tahun mendiang Sri Sultan Mudaffar Sjah sebagai Sultan Ternate Ke 48.

Dalam kesempatan moment ini, pihak Kesultanan yang di promotori oleh Prince Hidayat Mudaffar Sjah sebagai Ketua Panitia Legu Gam tahun 2019 bakal mengangkat pengkajian sejarah Lambang Kesultanan Ternate yakni Goheba Madopolo Romdidi yang memiliki arti burung berkepala dua.

Dikemas bertemakan “Ternate sebagai Marcusuar Indonesia dan Indonesia sebagai Marcusuar Dunia” hal ini dimaksudkan menunjukan tingginya peradaban Kesultanan Ternate pada masa kejayaannya.

Dalam sejarah kejayaannya kesultanan Ternate sangat memberikan pengaruh – pengaruh bagi negara-negara di Eropa, salah satunya dapat terlihat kesamaan simbol Goheba seperti yang digunakan pada beberapa negara di Eropa.

“Dengan ini kita ingin membuka mata dunia akan kejayaan masa lalu Ternate, yang coba kita bangkitkan kembali pada masa kini,” ujar Ketua Panitia Legu Gam 2019, Mudaffar Sjah saat dihubungi Indonesia Berita melaui telepon seluler, Jumat (16/11/2018).

Jika menilik sejarah Maluku Kie Raha, sambung Ofa Dayat sapaan putra sulung Sultan ke 48 itu, kakayaan akan hasil alam seperti Cengkeh dan Pala merupakan faktor utama yang membuat bangsa asing tergoda dan berbondong – bondong datang dan menorehkan catatan sejarah baru di Maluku Kie Raha (Maluku Utara – red).

“Seperti yang disampaikan oleh Almarhum (Sultan Ternate ke 48- red) kita harus mampu menguji untuk dapat mewujudkan, bahwa perubahan di mulai dari Maluku Utara setelah bangsa asing mengenal Cengkeh dan Pala,” terang Pangeran Kesultanan Ternate.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk dapat menguji dan mewujudkan dapat dikaji melalui sejarah Lambang Goheba Madopolo Romdidi bersama negara – negara eropa yang memiliki kesamaan sebagai lambang negara.

“Negara-negara eropa yang nantinya hadir dalam pengakjian sejarah lambang, diantaranya, Rusia, Albania dan Serbia serta Montenegro,” sebut Ofa Dayat.

Sambung Hidayat, kegiatan ini dibuat lebih menarik lagi, dalam pelaksanaan Legu Gam di tahun 2019, pihak kesultanan mengagas tanpa bantuan dari pihak Pemerintahan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pergelaran yang bertaraf Internasional mampu diwujudkan pihak kesultanan Ternate tanpa harus mendapatkan uluran bantuan dari Pemerintah,” ujarnya.

Masih tutur dirinya, Maluku Utara dengan kekayaan budaya dan wisata sepatutnya sudah seharusnya jadikan Ternate sebagai Destinasi Wisata Internasional.

“Sejarah, Budaya dan Wisata memiliki daya tarik luar biasa, sekarang, sudah seharusnya Maluku Utara menjadi perhatian dunia dan dijadikan Ternate sebagai destinasi wisata Internasional,” pungkas Prince yang juga berprofesi Dosen pada Perguruan Tinggi di Kota Ternate

Sekedar informasi, hajatan tahunan Legu Gam yang masuk dalam agenda nasional dijadwalkan pelaksanaanya pada setiap bulan maret bertempat di Lapangan Ngara Lamo, depan Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara.

Editor : YES