Indonesiaberita.com, JAKARTA – Pada Perang Dunia I dan ke II negara-negara yang memiliki kemampuan membangun industry senjata setidaknya ada beberapa maksud dan tujuan, yang pertama dengan membangunnya industry tersebut, tak lebih dari mempertahankan kedaulatan negara, kedua unsur ekonomis dan yang terakhir memiliki niat menjelajah dengan kata lain menjajah.

Jepang seperti kita ketahui, bahwa negara matahari terbit ini adalah satu-satunya negara maju di Asia yang mampu membangun teknologi tinggi. Begitu juga pada masa perang dunia ke II, Jepang memiliki Kapal Perang bernama Kongo. Kongo adalah kapal tempur dari Angkatan Laut Jepang selama Perang Dunia ke II. Dia adalah kapal pertama di kelas nya yang paling bersejata berat.

Perancang kapal tersebut adalah insinyur angkatan laut Inggris . Konggo diproduksi pada tahun 1911 di Barrow-In Furness Inggris oleh Vickers Shipbuilding Company. Kemudian di Build Up lagi tahun 1929 dan tahun 1935.

Spesifikasi Kapal Kongo, Panjang 222 meter, Lebar 31 meter, Berat 36.600 tonase, Mesin 4 Turbin, Kecepatan 30 Knot (56 km/h). Dengan persenjataan, delapan meriam 14 inchi (356mm) dan delapan meriam 6 inchi (152mm) serta delapan meriam 5 inchi (127mm). Armor, 23 inchi 580mm (paling tebal), 8 inchi 200mm (paling tipis).

Kongo bertempur di sejumlah besar konflik perang Pasifik selama Perang Dunia II, salah satunya berpartisipasi dalam Pertempuran Laut Filipina dan Pertempuran Teluk Leyte pada tahun 1944 (22-23 Oktober).

Kongo ditorpedo dan ditenggelamkan oleh kapal selam USS Sealion saat transif di Selat Formosa 70 tahun silam, atau tepatnya pada tanggal 21 Nopember 1944. Kapal Perang milik Jepang ini satu-satunya kapal tempur Jepang yang ditenggelamkan oleh kapal selam di Perang Dunia II, dan sekaligus Kapal tempur terakhir yang ditenggelamkan oleh sebuah kapal selam.

Sumber IG Galeri Kapal