Indonesiaberita.com, LAMONGAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Baiq Nuril Maknun mengajukan peninjauan kembali ke MA. Jokowi mendukung Baiq Nuril mencari keadilan.

“Dalam mencari keadilan Ibu Baiq Nuril masih bisa mengajukan upaya hukum yaitu PK. Kita berharap nantinya melalui PK, Mahkamah Agung dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Saya sangat mendukung Ibu Baik Nurul mencari keadilan,” tutur Jokowi di Pasar Induk Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan kita haru menghormati proses hukum.

“Ini kasus Baiq Nuril supaya semua tahu. Pertama, tentu kita harus menghormati proses hukum, menghormati kasasi di MA.” ujar Jokowi.

Selanjutnya Kepala Negara menegaskan dirinya tidak dapat mengintervensi proses hukum.

“Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak mungkin, tidak bisa intervensi putusan tersebut. Ini harus tahu,”  tegas Jokowi.

Jokowi menyebut, ia baru bisa turun tangan jika PK ditolak, Baiq Nuril dapat mengajukan grasi kepada saya.

“Seandainya nanti PK-nya masih belum mendapatkan keadilan, bisa mengajukan grasi ke Presiden. Memang tahapannya seperti itu. Kalau sudah mengajukan grasi ke presiden nah nanti itu bagian saya,” sebutnya.

Seperti diketahui berdasarkan Petikan Putusan Kasasi dengan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 yang baru diterima 9 November 2018 menyatakan Baiq Nuril bersalah melakukan tindak pidana, “Tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Baiq Nuril kemudian dihukum enam bulan penjara dan dipidana denda senilai Rp500 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Penulis : Debora

Editor : YES