Indonesiaberita.com,  MOROTAI – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memperingati Maulid Nabi SAW di Taman Kota Morotai, Desa Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Selasa, (20/11/2018) berjalan lancar.

Rombongan Syeh Ali Jabir tiba di lokasi acara pada pukul 20.55 Wit disambut dengan Sholawat Nabi.

Wakil Bupati Pulau Morotai, H. Asrun Padoma, dalam sambutanya menyampaikan mari kita telaah ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syeh

“Kita harus maknai yang sesungguhnya, kita rubah paradigma daqwah, setelah dakwah/ceramah kita harus dzikir, dan Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan menerima undangan dari pemeerintah kab pulau Morotai” tuturnya.

Secara terpisah Syeh Ali Jabir dalam ceramahnya mengatakan sudah 10 tahun saya berada di Indonesia, saya mulai berdakwah di TPI, pada tahun 2011 saya mendapat penghargaan dari President SBY sebagai warga Indonesia. 2012 saya menemukan keluarga besar di Indonesia.

“Nikmat yang perlu disyukuri dan dijaga adalah nikmat aman, Indonesia merupakan negara yg perlu mensyukuri nikmat atas segala karunia yang diberikan kepada negara ini, Begitu juga Nabi Ibrahim ketika tiba di Kota Mekkah, meminta keamanan dan rezeki.” terang Syeh Jabir.

Lanjut Syeh, tahun 2019  Indonesia akan memasuki pemilihan kepala negera, siapa yang terpilih, harus amanah, jujur dan adil. Kalo boleh saya katakan, memilih pemimpin itu fardu ain. Beberapa waktu lalu saya ke pelastina. Sungguh memperhatin. Setiap sudut kota telah dijaga oleh tentara Israil.

“Siapapun yang membahayakan nikmat aman, tidak perlu tinggal di Indonesia. Apalagi aliran yang merusak nama baik Islam. Sebagaimana terjadi di Yaman, Suriyah, Sriya, Mesir harus menjadi contoh di Indonesia, Kita semua wajib mensyukuri nikmat aman ini kepada Allah SWT.” ingat Syeh.

Masih kata dia, bulan Maulid ini tepatnya pada 12 Rabiul Awal kelahiran Nabi SAW, dimana nabi mendapat julukan orang yang jujur dan amanah bahkan julukan itu diberi oleh kaum Qurais dan Nabi selalu sabar mendapat cobaan dari kaum Qurais, maka Allah menyuruh untuk berhijrah ke Madinah sebab kondisi Makkah sudah tidak aman dalam menjalankan dakwah.

“Tidak boleh kita merusak tanaman, tidak boleh ada benda-benda yang menghalangi jalanan, harus buang hajat pada tempatnya.  Nabi Muhammad SAW sebagai manusia, namun manusia yang mulia. Nabi SAW menikah, memang istrinya lebih namum bukan karena hawa nafsu, sebab usia isterinya lebih dari usia Nabi SAW, tetapi ada kepentingan dan kemaslahatan.” tuturnya lagi.

Syeh juga mengingatkan kepada warga Mootai,  bahwa Sholat adalah satu-satunya Ibadah yang tidak boleh ditinggalkan karena sholat adalah kunci kebahagiaan dan kewajiban setiap umat muslim,  Rasul ketika meninggal dunia hanya kata ‘umatku umatku, jagalah sholat’.

“Pengen Rizki, jagalah sholat, Pengen sehat wal afiat, jagalah sholat, Pengen berkah dunia akhirat, jagalah sholat.” ingat Syeh.

Penulis : MAN
Editor.  : YES