Indonesiaberita.com, TALAUD – Menyampaikan sebuah informasi kepada masyarakat tidak mesti di dalam ruangan rapat ataupun mengumumkannya melaui pengeras suara. Semua bisa dilakukan dengan cara yang efektif dan lebih mudah untuk dimengerti oleh kalangan masyarakat secara umum.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh salah seorang Babinsa Koramil 1312-05/Essang Serda Andris Porobaten bersama Kepala Desa Banada Kecamatan Gemeh, Opner Mangamis pada Rabu (28/11/2018) pagi.

Kedua Mitra kerja ini melakukan sosialisasi dengan cara yang tak biasa, yakni dengan mendatangi warganya dari rumah ke rumah (door to door), untuk mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kepulauan Talaud No. 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

Lebih khususnya lagi pada poin 3 huruf D dan huruf E yang membiarkan hewan peliharaan berkeliaraan di tempat umum; dan Memelihara atau menggandakan hewan ternak di lingkungan pemukiman yang dapat menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Mengingat di Kabupaten Kepulauan Talaud, masih banyak warga masyarakat yang masih suka membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di tempat umum yang pada akhirnya dapat mengganggu aktifitas warga dan kenyamanan lingkungan setempat.

Seperti contoh, hewan peliharaan yang dibiarkan berkeliaran di tempat umum, seperti di jalan raya, pastinya akan mengganggu para pengguna jalan raya baik yang menggunakan Roda dua ataupun Roda empat. Karena sudah banyak kasus di Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) yang disebabkan oleh hewan-hewan peliharaan yang berkeliaran di jalan raya.

Menurut Babinsa Koramil 1312-05/Essang Serda Andrid Porobaten, Metode seperti ini dipandang lebih efektif, sebab beberapa waktu lalu dirinya dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sudah pernah berkomunikasi mengenai keberadaan hewan ternak yang berkeliaraan di pemukiman.

“Apalagi sekarang memasuki musim penghujan tentu akan sangat mengganggu dan bisa menimbulkan wabah penyakit,” ungkap Serda Andrid Porobaten.

Senada dengannya, Kepala Desa Banada, Opner Mangamis menyebutkan bahwa himbauan untuk menertibkan hewan ternak atau peliharaan ini, sudah beberapa kali dilakukan pihaknya namun hasilnya belum maksimal.

“Oleh karenanya atas saran dari Serda Andris, kami sama-sama menggunakan cara ini, door to door untuk mensosialisasikan Perda kepada warga. Harapannya kedepan, hasil ini bisa maksimal dan masyarakat dapat mematuhi setiap peraturan-peraturan yang ada, agar tidak lagi membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di tempat umum,” tandas Mangamis.

Bahkan kedepannya lanjut Kades, metode ini akan terus dilakukan.

“Metode seperti ini masih akan terus digunakan untuk sosialisasi program maupun peraturan-peraturan lainnya.” pungkas Opner.

Editor : YES