Menjadi Referensi Mendunia

Langgar Adat Mempelai Pria Didenda 15 Milyar

Indonesiaberita.com, MALUT – Pembatalan nikah secara sepihak, dengan cara kabur saat ijab kabul membuat Abubakar Loku, harus berurusan dengan hukum, dengan membayar kerugian dan denda sebesar 15 milyar.

Direktur Yayasan Bantuan Hukum Justice (YBH-Justice) Malut, Muhjir Nabiu, Selasa, (27/11/18) mengatakan kliennya memberikan kuasa kepada YBH-Justice Malut, untuk membantu penyelesaian kasus ini, serta terus Mewujudkan Gugatan Kabur Saat Ijab Kabul dengan Kerugian dan Denda Rp 15 Miliar.

“Buktinya tanggal 22 November 2018 kemarin Sulfat Lidawa menggandeng 4 orang kuasa hukum dari Yayasan Bantuan Hukum Justice Malut (YBH-Justice) Malut yakni Muhjir Nabiu, MH dan Rekan-rekannya telah mendaftar perkara tersebut dipengadilan Negeri Tobelo dengan Nomor Perkara : 93/PDT/2018/PN/TOB,” ungkap Muhjir.

Masih kata Muhjir, hal ini dilakukan atas permintaan klienya kepada kepada YBH-Justice Malut.

“Suara yang keluar dari mulut keluarga besar Sulfat Lidawa (27), terhadap keluarga Abubakar Loku (28) pada tanggal 28 November di desa Tolonou kecamatan Tobelo pada saat pembatalan pernikahan sepihak tidak sekedar main-main,” kata dia.

Lanjut Muhjir, kasus yang ditanganinya ini merupakan kasus yang langka dan bisa dibilang baru pertama kali terjadi di Maluku Utara yaitu di Tobelo, Desa Tolonuo, sehingga dirinya sangat optimis untuk mewujudkan kasus ini sampai tuntas.

“Ini Kasus yang langka maka kami akan mengusut sampai tuntas,” ujarnya

Lebih lanjut Muhjir menegaskan perbuatan yang dilakukan oleh Abubakar Loku dan keluarganya ini merupakan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sehingga tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Saya pastikan kasus ini akan terus kita dampingi, karena kasus ini secara tidak langsung selain melawan hukum juga telah mencederai adat istiadat Galela Tobelo,” terang Pria berdarah Togale itu.

Secara terpisah, salah satu kuasa hukum Jurait Lidawa mengatakan, perbuatan Tergugat Abubakar Loku dan keluarganya telah merusak hubungan silaturahim antar keluarga baik di desa Tolonuo kecamatan Tobelo maupun didesa Tergugat sendiri di Ngidiho Kecamatan Galela,

“Sikap dari keluarga Abubakar telah melanggar hukum positif dan adat istiadat Tobelo, tentunya ini melanggar hukum positif dan hukum adat sesuai hukum perjanjian perdata,” ungkap Juraid.

Alumni Hukum Perdata IAIN Ternate ini menjelaskan untuk jadwal persidangan semuanya telah dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tobelo.

“Nanti pada Tanggal 5 Desember untuk jadwal sidang perdana,” tutup Jurait.

Editor : YES

Komentar
Loading...