Indonesiaberita.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyanggupi permintaan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

“Kita coba selesaikan secepat-cepatnya,” kata Jonan kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas Percepatan Pelaksanaan Divestasi PT Freeport Indonesia, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/11/2018) siang.

Dalam rapat terbatas itu Presiden Jokowi meminta agar semua tahapan proses Divestasi itu bisa diselesaikan, dan sudah final. Dharapkan sebelum akhir tahun 2018 ini, semuanya rampung.

“Proses divestasi PT Freeport adalah sebuah langkah besar untuk mengembalikan mayoritas kepemilikan sumber daya alam yang sangat strategis ke pangkuan ibu Pertiwi. akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, utamanya rakyat Papua,” kata Jokowi.

Jonan menjelaskan, masalah divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia itu saat ini tinggal urusan mengenai lingkungan hidup.

“Tadi sudah ada penjelasan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya,” ujarnya.

Sedangkan di Kementerian Keuangan dan ESDM lanjut Jonan, hanya ada beberapa penyesuaian terkait administrasi.

“Tinggal secara korporasi Inalum harus menyelesaikan proses akuisisinya itu yang paling besar memang pembayaran dan izin-izin. tentu saja itu harus beres dulu,” ungkap Jonan seraya menambahkan.

Ia memastikan, jika seluruh tahapan tersebut telah diselesaikan, maka Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) akan segera terbit.

Penulis: Tri
Editor: MAS