Indonesiaberita.com, MALANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lakukan pengkajian untuk menerapkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) mulai tahun 2019. Upaya pengkajian tersebut dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang, di Kota Malang, Jawa Timur.

“Penerapan mata pelajaran PMP sedang dikaji. Kita masih carikan solusi jangan sampai menambah pelajaran,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menghadiri Seminar Nasional ‘Pelembagaan Demokrasi Permusyawaratan’, di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Kamis (29/11/2018) lalu.

Muhadjir mengatakan untuk penerapan kembali mata pelajaran PMP, Kemendikbud meminta saran dari berbagai pihak.

“Pada prinsipnya kita sangat terbuka menerima masukkan,” ujarnya.

Dalam penerapan mata pelajaran PMP, lanjut Muhadjir, dimulai dari penanaman nilai-nilai, selanjutnya akan ada turunannya menjadi etika. Kemudian diturunkan lagi menjadi norma, dan diturunkan lagi menjadi perilaku.

“Misalkan musyawarah atau menghargai pendapat orang lain sudah ditanamkan sejak di TK,” terang pria itu.

Dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, menurut Muhadjir, jika ditambahkan dengan moral maka menjadi lebih spesifik penerapannya, yakni penanaman nilai.

“Kita bersyukur dengan bangsa Indonesia yang luar biasa, dengan bangsa yang besar ini bisa menjadi satu. Kuncinya adalah kita punya ideologi yaitu Pancasila. Ini karya yang luar biasa dari para pendiri bangsa,” kata Muhadjir.

Pada kesempatan itu, ia mengajak berbagai pihak untuk memberikan masukkan dalam penerapan Pendidikan Moral Pancasila.

“Kita berharap Pendidikan Moral Pancasila dapat diterapkan di tahun 2019, dengan kajian yang matang, dan masukkan dari berbagai pihak, serta mengikuti perkembangan dan tantangan zaman,” pungkas Muhadjir.

Penulis: Arianto
Editor: MAS