Indonesiaberita.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut B. Pandjaitan memastikan progres rencana pembangunan Kawasan Ekonomi dan Industri Terpadu Bekasi, Karawang, Purwakarta (KEIT BEKAPUR) akan segera dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo.

“Jadi ini tadi adalah salah satu proyek strategis nasional, kita kerjasama juga dengan Kadin untuk buat studinya ini, dan kebetulan sudah final dan siap kita bawa ke Ratas untuk segera kita mulai,” ujar Luhut dalam Briefing Coffee Morning di kantor Kemenko Maritim, Jumat (30/11/2018).

Nantinya apabila sudah beroperasi, KEIT BEKAPUR akan dikelola oleh suatu Badan Otorita (BO) atau Badan Layanan Umum (BLU). Pembentukan BO atau BLU ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kawasan ini yang saat ini diisi oleh 23 kawasan industri (4154 industri).

“14 persen GDP nasional dari sini, ada 23 kawasan industri dan 1,6 juta tenaga kerja disana, Pelabuhan Patimban akan hadir terintegrasi disini, ada Bandara Kertajati juga sebagai International Airport, nah kita mau Industri mobil listrik itu juga ada disana, jadi industri-industri akan kita fokuskan disana dikarenakan hampir 60 persen industri kita ada disana,” jelasnya.

Adapun pembangunan Pelabuhan Patimban lanjut Luhut, memang ditujukan untuk mengurangi beban proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok yang selama ini menjadi sentral dari industri-industri di Pulau Jawa bagian Barat.

“Tanjung Priok akan mengurus di wilayah selatan saja, ini akan berpengaruh besar pada beban yang ditanggung Tanjung Priok selama ini, dan Pelabuhan Cilegon akan menangani industri-industri di sekitar Banten. Kalau ini berjalan, kita pasti akan lebih efisien cost-nya, sebenarnya ini salah satu capaian strategis yang sangat luar biasa,” terang Luhut.

Pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri akan mulai pada tahap ground breaking pada tahun ini, diperkirakan pada bulan Maret tahun depan akan masuk pada tahap I.

Penulis: Fitrah
Editor: MAS