Menjadi Referensi Mendunia

Relawan Jokowi Minta Evaluasi Total TKN Pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Koordinator Nasional Poros Benhil Aznil Tan menilai, Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sejak dibentuknya 20 Agustus 2018 sampai hari ini, Rabu 5 Desember 2018 berkinerja buruk. Pasalnya hal itu bila dibiarkan bisa membuat Jokowi kalah pada Pemilu 2019 nanti.

“TKN kinerjanya sangat tidak produktif dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Kinerja buruk ini, jika dibiarkan bisa kalah,” ujar Aznil kepada wartawan di Rumah Juang Jokowi Poros Benhil, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Pemilu diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 adalah pemilu pertama kali di Indonesia secara serentak rakyat memilih calon presiden dan memilih calon legislatif. Parlementer Treshold 4 persen memecah konsentrasi TKN yang sangat kental diisi para pengurus partai pengusung Jokowi-Ma’aruf Amin.

Aznil mengatakan, TKN harus dievaluasi secara menyeluruh agar kemenangan Jokowi terukur dengan pasti. Sebab kata dia respon ditengah masyarakat sangat lemah tentang antusias rakyat memilih Jokowi pada Pemilu 2019 nanti.

“Rakyat seperti apatis menentukan nasib mereka kedepan. Bagi mereka siapapun memimpin Indonesia sama saja,” ucap Aznil

Menurutnya, ada lima kelemahan pada TKN untuk dilakukan evaluasi. Pertama, tidak terpolanya gerakan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, menjadi gerakan nasional yang beridentitas untuk mudah diingat publik.

Penggerak pemenangan nomor urut Pilpres 01 baik TKN maupun relawan bergerak dengan caranya masing-masing tanpa ada framing yang sama

“Kedua, lemahnya koordinasi antara TKN dengan relawan dalam melakukan kerja-kerja politik yang solid dan terarah dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. TKN seharusnya melakukan blusukan ke tempat-tempat relawan Jokowi seluruh Indonesia untuk berkoordinasi dan memotivasi namun cenderung bersikap elitis dan bahkan menganggap relawan sebagai lawan politiknya,” bebernya

Lanjutnya, ketiga, personil TKN sangat kental diisi oleh partai dan para caleg yang bisa tidak fokus bekerja untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Seharusnya tutur Aznil, orang partai yang berada di TKN sudah dari awal menghibahkan kader terbaiknya untuk bekerja memenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan tidak bermain dua kaki.

“Keempat, TKN kurang bersinergi dengan gerakan dilakukan Jokowi sehingga pola kerja tidak masif dan sistematis dalam menggalang kekuatan rakyat. Jokowi sebagai petahana seperti dibiarkan bekerja sendiri tanpa ada TKN melakukan perawatan basis akar rumput menjadi ledakan besar dan memiliki jangkauan luas atas gebrakan pro rakyat dilakukannya,” kata Aznil.

Sambung pria asal suku Minang ini, Kelima, TKN terjebak kegiatan seremonial berupa event yang bermain di wilayah opini publik. Jokowi tidak butuh kampanye lagi, sebenarnya yang dibutuhkan Jokowi adalah kanvasing terjun ketengah masyarakat.

Berdasarkan hal itu, ia sangat khawatir atas kondisi tersebut dan mendesak untuk segera dilakukan evaluasi total pada TKN.

“Diatas kertas Jokowi menang tetapi dilapangan saya galau jika TKN tidak dilakukan evaluasi total,” pungkas Aznil.

Komentar
Loading...