Menjadi Referensi Mendunia

KPK Bongkar Drama Bandeng Fresto Bupati Jepara

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Jepara 2017-2022, Ahmad Marzuqi (AM) sebagai tersangka kasus suap.

AM ditetapkan tersangka bersama hakim pada Pengadilan Negeri Semarang, Lasito (LAS) usai ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian hadiah atau janji kepada Hakim Tunggal Praperadilan di PN Semarang.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat konferensi pers di Gedung KPK pada Kamis (6/12) menyampaikan, LAS selaku hakim pada Pengadilan Negeri Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari AM terkait putusan atas praperadilan kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik dengan tersangka Bupati Jepara.

“Patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili terkait putusan gugatan praperadilan yang diajukan oleh AM atas penetapan dia sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang tahun 2017,” ungkap Basaria.

Ia melanjutkan, pada pertengahan 2017 Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menyidik dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka AM. Kemudian diketahui AM mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang yang diregister dengan perkara Nomor: 13/Pld.Pra/2017/PN.Smg. Selanjutnya AM mencoba mendekati LAS melalui panitera muda di PN Semarang.

“Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan mentatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Basaria.

Diduga AM memberikan dana sebsar Rp700 juta kepada hakim LAS terkait putusan praperadilan tersebut. Dana itu diserahkan  dalam bentuk rupiah sebesar Rp500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS.

“Diduga uang diserahkan ke rumah LAS di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” Kata Basaria.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, LAS disangkakan dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 20/2011 tentang perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Penulis: Tri
Editor: MAS
Komentar
Loading...