Indonesiaberita.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah menyetujui pemberian dana abadi kebudayaan sebesar Rp5 triliun selama lima tahun dimulai tahun depan. Dana ini natinya diperuntukkan guna mendukung aktivitas kebudayaan.

Demikian disampaikan budayawan Goenawan Mohammad usai bertemu presiden bersama sekitar 30 budayawan dan seniman lainnya di lingkungan istana kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/12) lalu.

“Saya hanya melanjutkan hasil kongres kebudayaan, yaitu perlunya diadakan dana abadi kebudayaan, dan Pak Jokowi mengatakan iya dan dimulai tahun depan Rp5 triliun, lima tahun pertama,” ujarnya.

Goenawan juga mengungkapkan, kebijakan Jokowi terkait dana abadi kebudayaan ini adalah yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia. Selama ini, belum ada pemerintah yang mau memberikan dana abadi kebudayaan.

“Festival tari internasional yang sekian tahun itu, tiap tahun dulu mengemis-ngemsi dan tidak dapat. Jadi Putu Wijaya kalau dia mentas dapat dari mana dia? Dia mentas minta sini, minta sana. Nah, ini tidak boleh lagi sebab mutu akan menerun,” terangnya.

Pria ini juga menyatakan, pemerintah memang wajib memajukan kebudayaan negaranya. Ia menilai, kebudayaan merupakan sumber kreativitas suatu bangsa.

Pertemuan para budayawan dengan presiden dilakukan menyusul penyerahan naskah Strategi Kebudayaan hasil Kongres Kebudayaan Indonesia yang digelar 9 Desember 2018 kepada Presiden Jokowi.

Dalam kesempatanitu, Jokowi memang membuka ruang untuk mendengar langsung masukan serta keluhan para budayawan dan seniman.

“Saya bisa mendegar, berdiskusi dan mendapatkan masukan-masukan mengenai strategi kebudayaan. Sebagai sebuah arahan umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang. Saya persilahkan, saya akan banyak mendengar,” kata Jokowi.

 

Penulis: Dovi
Editor: MAS