Indonesiaberita.com, KUPANG – Memasuki kawasan Bendungan Raknamo, Desa Raknamo, Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, siapapun melihat panorama alam hijau nan indah. Bukit-bukit yang dahulu tandus dan kering, kini terlihat menghijau dengan rimbun pepohonan. Paduan warnah hijau kental dengan lembah persawahan petani yang terbentang di bawah bukit mengapit Bendungan Raknamo karya spektakuler Presiden Ir. H. Joko Widodo yang dibangun tahun 2014 dan selesai di tahun 2018 ini.

Dulu suasana terasa sunyi sepi, kini penuh dengan bunga berwarna-warni. Saat ini ini ramai dinikmati warga yang berwisata melepas penat sambil melihat kemegahan Bendungan Raknamo yang berudara segar di puncak bukit.

Banyak warga mengunjungi Bendungan Raknamo bila mereka ke Kupang. Letaknya tak jauh dari Kota Kupang. Hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, tak sampai satu jam saja sudah tiba di lokasi bendungan. Akses sangat mudah dan lancar karena jalan dahulunya setapak rusak parah penuh lubang, kini telah disulap hotmix mengkilat dan lebar.

Kepala Desa Raknamo, Agustinus, mengaku, dulu ketika ia datang dari Timor Leste jalan raya ke desa mereka sangat buruk, seperti jalan setapak. Meski terletak di pinggir jalan raya Timor Raya yang mengkilat, jalan desa mereka tak kunjung membaik. Selain rusak parah penuh lubang, juga tidak lebar. Ia merasa bersyukur setelah bendungan Raknamo dibangun, kini mereka memiliki jalan raya yang lebar dan mengkilat sepanjang 10Km.

Setiap hari, khususnya hari libur, warga yang lalu lalang berkunjung ke bendungan pertama di NTT yang dibangun Presiden Jokowi di NTT itu sangat ramai. Hal itu mendorong warga mulai membuka usaha kios dan warung kecil di sepanjang jalan. Meskipun belum banyak, tetapi riak-riak itu mulai terlihat.

“Sejarahnya jalan ini rusak parah penuh lubang, kini kondisi jalan telah menjadi hotmix, lebar dan terlihat mengkilat, tidak ada lagi satu lubang. Kami warga di sini sangat bersyukur karena Presiden Jokowi sudah datang ke sini memperhatikan kami dengan membangun jalan dan bendungan,“ ujar Agustinus kepada pewarta, di Desa Raknamo beberapa waktu yang lalu.

Eks warga Timor Leste yang meninggalkan kampung halamannya sejak jajak pendapat 1999 ini berharap, kehadiran bendungan besar itu harus memberikan manfaat besar bagi kehidupan para petani dan warga sekitar yang bertahun-tahun mengeluhkan krisis air. Pasalnya, menurut Agustinus, selama ini akses air sangat terbatas, karena hanya ada sebuah sungai kecil dan embung kecil yang dibagun Dinas PU Provinsi NTT di kampungnya.

“Jangankan untuk kebutuhan pertanian dan ternak, untuk minum saja warga kesulitan. Kami penuh harap setelah bendungan itu beroperasi, maka kebutuhan irigasi pertanian, ternak dan air minum bisa terpenuhi. Kalau air sudan mengalir, kami tidak susah lagi,” kata Agustinus.

Senada dengan Kepala Desa, mantan pegiat Internasional Rescue Commetee (IRC), Andreas Goru yang sebagai warga Kupang ini mengatakan, salah satu Bendungan Raknamo adalah karya spektakuler Presiden Jokowi.

Bendungan tersebut, kata dia, adalah bendungan pertama di NTT yang dibangun Jokowi. Oleh karena itu, bendungan ini harus bermanfaat atau dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang melalui dinas teknis atau untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan dan memenuhi kebutuhan manusia.

“Presiden Jokowi telah memberi bendungan besar untuk tampung air mengatasi kebutuhan semua makluk hidup. Terima kasih Pak Presiden. Untuk itu, pemerintah daerah jangan sia-siakan bendungan ini. Air harus dikelola semaksimal mungkin terutama untuk kebutuhan manusia sehari-hari, secara khsusus rumah tangga. Jika kebutuhan air rumah tangga terpenuhi, maka ibu dan anak-anak akan sehat,” ujar Andre Goru penuh semangat.

Bendungan Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT yang Diresmikan Oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2018. Foto : Ist.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT, Andreas W Koreh, menerangkan, Bendungan Raknamo memiliki luas genangan 147,3 hektare, dan mampu menampung air irigasi untuk wilayah seluas 1,250 hektare dengan kapasitas penyediaan air baku 0,10 meter kubik per detik. Dia berharap, Bendungan Raknamo akan memenuhi masalah krisis air baku di Kabupaten Kupang, dan juga dapat menjawab pengembangan daerah irigasi beberapa lokasi di sekitar bendungan.

Ia menjelaskan, pembangunan bendungan yang menggunakan dana APBN sebesar Rp710,6 miliar ini akan mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebesar 0,216 mega watt. Dengan demikian, kata dia, bukan hanya bermanfaat untuk pertanian, peternakan dan pemenuhan air warga, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik warga sekitar.

“Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 245,39 hektare ini berjalan mulus, tanpa adanya konflik yang berarti karena warga mendukung penuh,” terang dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Bendungan Raknamo adalah bendungan pertama yang dibangun Presiden Jokowi dari bendungan yang dibangun di NTT. Tujuh bendungan itu, yaitu Raknamo sendiri, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Lambo di Mbay Kabupaten Nagekeo, Kolhua di Kota Kupang, dan Manikin di Kabupaten Kupang.

“Untuk Bendungan Raknamo telah selesai dibangun, dan sudah diresmikan Presiden Jokowi. Sementara 6 bendungan lainnya masih dalam proses pembangunan. Kita optimis, jika tidak ada halangan semua bendungan akan selesai tepat waktu,” tutur Andre Koreh saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada tahun 2014 silam, Presiden Jokowi berkunjung ke NTT menghadiri HUT ke-56 Provinsi NTT. Kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan seluruh tokoh yang hadir di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jokowi menegaskan bahwa ia akan membangun 49 di era kepemimpinannya. Dan dari 49 bendungan itu, Raknami manjadi bendungan pertama dibangun di NTT, dari 7 bendungan yang ia berikan sebagai kado istimewa HUT NTT ke-56.

Penulis : KM

Editor : MAS