Indonesiaberita.com, JAKARTA – Pemerintah berencana akan mengembangkan Pelabuhan Baubau di Sulawesi Tenggara dan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo ‘tanpa utang’.

Saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menghitung proyeksi keuntungan investasi yang akan ditawarkan kepada pihak swasta terkait pengembangan Pelabuhan Baubau di Sulawesi Tenggara dan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo.

Disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kebijakan pengembangan dua pelabuhan ini didasari tingkat kepadatan yang cukup baik namun tidak ditunjang dengan fasilitas yang mumpuni.

Untuk itu, Budi Karya memperkirakan masing-masing pelabuhan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp500 miliar-Rp1 triliun. Rencananya, proses lelang akaan dilaksanakan pada Januari 2019 sementara pihak swasta akan dilibatkan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Sekarang lagi persiapan legal, proyeksi keuangan, dan apa saja yang akan dibangun. Jadi kalau tender itu harus tahu apa yang direncanakan dalam waktu ke depan. Kalau arus kas positif kan terima uang, kalau negatif nanti kami bayar (ke investor). Jadi Adil,” Terang Budi Karya, Kamis (13/12).

Selain skema KPBU lanjut Budi Karya, pemerintah juga menawarkan skema kerja sama pengelolaan. Ia menyebutkan, lebih dari 20 pelabuhan yang sudah dikelola melalui kerja sama antara pihak swasta dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I sampai PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II.

“Jadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bisa digunakan untuk membangun pelabuhan perintis yang banyak sekali di seluruh Indonesi,” katanya.

Budi Karya berharap, pembangunan pelabuhan tersebut dapat meningkatkan nilai barang yang akan keluar sehingga memberikan daya saing yang baik khususnya untuk Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

“Barang-barang yang ada dari Sulawesi Tenggara dan Gorontalo akan lebih kompetitif keluar dari tempatnya dan tentu bisa memberikan daya saing yang baik,” pungkasnya.

 

Penulis: Bur
Editor: MAS