Indonesiaberita.com, TALIABU – Sebagai daerah yang memilik potensi hasil bumi yang melimpah akan komoditas cengkeh, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) memiliki peluang pengembangan produk berbahan baku cengkeh. Bukan hanya bunga cengkeh dan tangkai, bahkan daun cengkeh juga dapat diolah menjadi tambahan pendapatan keluarga.

Seperti yang dilakoni Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bunga Cengkeh. Mereka mengolah daun cengkeh melalui proses penyulingan menjadi minyak cengkeh.

Minyak cengkeh hasil penyulingan tadi, dikemas dalam sebuah botol yang kemudian dipasarkan sebagai obat tradisional. Masyarakat percaya bahwa minyak cengkeh memiliki khasiat yang serba guna di antaranya, sebagai minyak urut, menghilangkan pegal – pegal, keseleo, maagh, dan masuk angin bahkan dapat menghilangkan rasa sakit gigi.

Dalam penelusuran Indonesia Berita, Ketua kelompok Kube Bungga Cengkeh Taliabu La Ode Masbau mengatakan, sebagai obat, minyak cengkeh Taliabu telah terkenal akan khasiatnya.

“Khasiatnya ketika dioles pada bagian yang sakit (pegal), kehangatan minyak cengkeh dengan cepat dapat menghilangkan pegal,” jelasnya kepada Indonesia Berita, Minggu (16/12/2018).

Dirinya menyebutkan, ukuran kemasan minyak cengkeh yang ditawarkan di pasaran bervariasi, tersedia mulai dari 60 ml sampai dengan 150 ml.

“Harga yang tawarkan tidak bergitu mahal, berkisar dari harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu,” sebutnya.

Katel sebagai alat penyulingan yang digunakan untuk memproduksi minyak cengkeh. Foto: Indonesia Berita/Andi

Dirinya menuturkan,  sejauh ini minimnya permodalan menjadi kendala yang dihadapi untuk mengembangkan kemampuan produksi minyak cengkeh.

“Selain anggara, kita juga masih kesulitan memasok daun cengkeh kering yang berkualitas. Standar alat penyulingan (ketel) yang digunakan pun belum bisa dipatenkan,” tuturnya.

Selain itu Pak Ode juga menyebutkan, bahwa produk ini belum mimiliki sertifikasi dari balai POM. ia meyakini, jika pengembangan dilakukan oleh Dinas terkait, tentu dapat mensejahterakan petani cengkeh.

“Kesejahteraan petani cengkeh masih jauh dalam bayang-bayang dikarenakan panen cengkeh setahun sekali. Jika daun cengkeh secara serius di kembangkan Pemerintah, maka dapat mensejahterakan petani cengkeh,” imbuhnya.

Dirinya mengungkapkan walau serba keterbatasan, namun pelanggan setianya bukan hanya tersebar di Taliabu. Pesanan juga datang dari pelangan dari sulawesi.

“Kadang juga minyak cengkeh di berikan sebagai cindera mata kepada tamu maupun pejabat yang sedang dalam kunjungan kerja di Taliabu,” tandasnya.

Editor : MAS