Indonesiaberita.com, ACEH – Kenangan lama ketika tinggal di Aceh, hidup kembali dalam pikiran dan hati Jokowi ketika bertemu H Nurdin Aman Thursina.“Ketemu Pak Nurdin. ‘Bapak’ yg dulu sering masakin saya ketika saya tinggal di Tanah Tinggi Gayo-Jkw,” tulis Jokowi di akun twitter-nya, @Jokowi, Rabu (2/3/2016).

Pertemuan Jokowi dengan H Nurdin Aman Thursina terjadi pada tahun 1986. Setelah lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, pada tahun 1985, Jokowi bekerja di PT Kertas Kraft Aceh. PT Kertas Kraft Aceh adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara penghasil kertas kantong semen. Jokowi ditempatkan di area hutan pinus merkusi, di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Di Dataran Tinggi Gayo itulah, Jokowi bertemu dengan H Nurdin Aman Thursina. Pertemuan itulah yang pada akhirnya menjadi awal H Nurdin Aman Thursina menjadi bapak angkat Jokowi. Selama Jokowi tinggal di Dataran Tinggi Gayo (1986-1988), H Nurdin Aman Thursina dan istrinya, menjadi pengganti orangtua Jokowi.

Itulah sebabnya, ketika pada bulan Maret 2016, saat kunjungan kerja ke Aceh, Jokowi menyempatkan diri untuk menemui ayah angkatnya itu. Jokowi tak mampu menyembunyikan kegemberiaannya ketika bertemu kembali dengan ayah angkatnya. Kenangan lama ketika hidup di Aceh menjadi segar kembali, seakan baru kemarin terjadi.

Nurdin-pun tidak bisa menyembunyikan kegemberiaan hatinya, ketika bertemu Jokowi, anak angkatnya yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia. Nurdin mengaku bangga bisa memiliki anak angkat seperti Jokowi.

“Panjang ceritanya sampai menjadi anak angkat‎,” kata Nurdin, seusai bertemu Jokowi di Rumah Makan Putri Simpang Tiga, Desa Karangrejo, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, 2 Maret 2016.

Selain merawat Jokowi selama di Aceh, Nurdin, guru mengaji di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, juga menjadi orang yang mengajarkan Jokowi membaca Al-Qur’an.

Menurut penuturan Nurdin, meskipun sekarang sudah menjadi orang nomor satu di negeri ini, Jokowi tidak berubah: tetap sederhana, santun, rendah hati, dan menghormati orangtua.

“Ndak, ndak. Ndak ada berubah sikit pun. Ndak ada,” kata Nurdin dengan logat Aceh.

Ketika bertemu kembali dengan anak angkat itu, Nurdin menyatakan tidak melakukan pembicaraan khusus. Nurdin hanya mengaku terharu bisa bertemu dengan Jokowi.

Sambil berkelakar Nurdin mengatakan, Jokowi muda merupakan sosok pria yang ganteng. “Ya, lebih ganteng dan lebih galak dan baik dengan masyarakat. Sudah bagus dia itu,” tutur Nurdin.

Sumber : Jokowi App