Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap pejabat negara dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, diantaranya, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Kemenpora Eko Triyanto. Ketiga pejabat tersebut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) disebabkan adanya penyuapan yang dilakukan oleh pihak Komite Olahraga Nasional (KONI).

Meski demikian, KPK juga menangkap dari pihak pemberi suap yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy.

Selain itu KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp318 juta, buku tabungan dan ATM dengan isi saldo Rp100 juta atas nama bendahara umum KONI Jhonny E. Awuy, mobil Chevrolet Captiva dan uang dalam bingkisan plastik di kantor KONI senilai RP7 miliar.

Saat dimintai keterangannya apakah ada dugaan keterlibatan Menpora Imam Nahrawi terkait dana hibah ke KONI, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, “Ada penggeledahan dari siang sampai sore di beberapa ruangan di Kemenpora termasuk ruang menteri, deputi dan ruang lain serta kantor KONI,” ujar dia di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Namun, penggeledahan ruangan Menteri Imam Nahrawi ini dilakukan sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK, penggeledahan tersebut berkaitan dengan petunjuk teknis (Juknis) penyaluran dana hibah, seperti dilansir laman tirto.id

Sajauh ini, KPK belum memberi keterangan apakah mereka sudah mendapatkan bukti atau keterangan terkait dugaan keterlibatanan Imam. Namun KPK menemukan indikasi keterlibatan seorang bernama Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Cak Imam sapaan akrab Menpora.

“Memang peran yang bersangkutan (Miftahul) signifikan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kemarin.

Editor : DR