IB.com, JAKARTA – Tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) dipastikan akibat longsoran aktivitas vulkanik erupsi dari Anak Gunung Krakatau, yang mengakibatkan gelombang naik dan menelan korban jiwa tercatat 430 orang meninggal dunia. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Longsoran tersebut masih kemungkinan terjadi kembali, terutama sampai saat ini Anak Gunung Krakatau masih erupsi,” ujar dia di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Lanjut Sutopo, dari BMKG masih ada potensi tsunami untuk longsor bawah laut, sekarang masih erupsi kan, kita berpegang dari situ aja dulu,” katanya.

Ia juga mengatakan, BMKG merekomendasikan agar warga menjauh 500 meter hingga 1kilometer dari tepi pantai.

Namun sambung dia, pihaknya tidak dapat memprediksi dibagian mana lagi adanya kemungkinan longsor.

“Berbahayanya ada di radius dua kilometer dari Gubung Anak Krakatau, untuk antisipasi susulan BMKG merekomendasikan 500 meter hingga 1kilometer tidak ada aktivitas masyarakat, ini rekomendasi BMKG dan PVMBG,” tegas Sutopo

Editor : DR