Indonesiaberita.com, JAKARTA – Penutupan perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir tahun ini menguat 0,06 persen pada level 6,194 yang membuat Indonesia menempati posisi terbaik kedua di Asia dari sisi pergerakan saham utama.

Pencapaian ini menurut Presiden RI Joko Widodo cukup positif di tengah tekanan ekonomi dari eksternal yang melanda hampir sepanjang tahun ini.

“Capain bursa sesuai dengan target. Saya ingin menyampaikan optimisme terhadap perkembangan pasar modal. Kinerja bursa betul-betul terasa positifnya meskipun kondisi ekonomi global sulit diprediksi,” kata Jokowi saat penutupan perdagangan di BEI, Jumat (28/12/2018).

Selanjutnya Kepala Negara juga memuji torehan bursa terkait pencatatan saham perdana yang pada tahun ini mencapai rekor baru yakni sebanyak 57 emiten, angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak privatisasi pasar modal pada 1992 silam.

“Capaian bursa sesuai target di tengah pasar modal dunia masih bergejolak dan kondisi eksternal yang mempengaruhi psikologi pasar. Saya memberi apresiasi untuk pemerintah, pelaku usaha, dan investor,” ujar Jokowi.

Ketua Dewan Komisioner Otoriotas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menambahkan, pelaku pasar dan pemerintah merespon cepat perkembangan ekonomi global yang tidak menentu pada tahun ini. Sehingga, risiko penurunan indeks bisa lebih diminimalisasi.

Menurutnya, indeks di BEI jauh lebih baik dibandingkan indeks di pasar modal negara lain. Selain itu, minat perusahaan untuk menghimpun dana di pasar modal juga terus meningkat.

“Penurunan indeks kita jauh lebih baik dibandingkan negara lain. Kita hanya kalah dari India. Ini karena komitmen pemerintah dan pelaku pasar yang menjaga fundamental ekonomi,” tegasnya.

Berdasarkan data statistik BEI, di kawasan Asia Pasifik tercatat hanya India yang berhasil mencatatkan pertumbuhan indeks utama yakni sebesar 6,17%.

Adapun negara lain kompak mengalami penurunan, di mana penurunan paling rendah adalah Indonesia.

Sepanjang tahun ini, investor asing telah melakukan net sell senilai Rp50,74 miliar. Sedangkan pada perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan net buy senilai Rp857,07 miliar.

Editor : YES